RADARBANYUWANGI.ID – Para pedagang yang menggantungkan hidupnya di Pasar Banyuwangi menyambut positif proses revitalisasi pasar yang saat ini tengah berlangsung.
Proyek renovasi tersebut ditargetkan rampung pada Februari, sebelum memasuki bulan suci Ramadan, sehingga diharapkan mampu mengembalikan geliat ekonomi para pelaku usaha yang sempat menurun selama proses pembangunan.
Selama revitalisasi berlangsung, para pedagang direlokasi sementara ke area kompleks Gedung Dharma Wanita yang berada di sisi timur Taman Blambangan.
Meski demikian, masih ada sebagian kecil pedagang yang memilih bertahan berjualan di pinggiran Pasar Banyuwangi yang hingga kini masih dalam tahap renovasi.
Sahnoto, salah seorang pedagang pakaian, mengaku menyambut baik rencana pengembalian aktivitas perdagangan ke Pasar Banyuwangi.
Ia telah menempati lokasi relokasi di kompleks Gedung Dharma Wanita sejak Juli 2024.
“Ya senang kalau memang kami bisa kembali menempati Pasar Banyuwangi, karena memang di sini pemasukan lebih sedikit dibandingkan sebelum renovasi pasar,” ujarnya.
Menurut Sahnoto, berjualan di lokasi sementara tidak mampu menarik pembeli sebanyak ketika pasar masih beroperasi normal. Hal itu berdampak langsung pada pendapatan harian yang menurun.
Ia berharap proses revitalisasi dapat segera diselesaikan sesuai target. Pasalnya, para pedagang telah cukup lama menempati lokasi relokasi sementara.
“Kami sudah menempati area Dharma Wanita ini sekitar Juli 2024, sudah lebih dari satu tahun sejak Pasar Banyuwangi direnovasi,” katanya.
Harapan Pedagang Jelang Ramadan
Harapan serupa juga disampaikan Rahma, pedagang lainnya yang berjualan di lokasi relokasi.
Ia berharap Pasar Banyuwangi bisa kembali difungsikan sebelum memasuki Ramadan dan Idulfitri, momen yang selama ini menjadi puncak keramaian pasar.
“Semoga bisa selesai sebelum bulan puasa, karena mendekati Lebaran itu biasanya ramai-ramainya Pasar Banyuwangi, sehingga kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya.
Menurut Rahma, momentum Ramadan dan Idulfitri sangat menentukan bagi para pedagang untuk menutup kerugian selama masa renovasi.
Pendapatan Turun Drastis
Sementara itu, Lee, pedagang perabotan rumah tangga yang masih bertahan berjualan di pinggiran Pasar Banyuwangi yang sedang direnovasi, mengaku penghasilannya turun drastis sejak proyek revitalisasi dimulai.
“Dulu sehari bisa dapat Rp 800 ribu sampai Rp 2 juta, sekarang rata-rata hanya sekitar Rp 100 ribu,” ujar pria keturunan Tionghoa tersebut.
Lee berharap proses revitalisasi tidak molor dari jadwal yang telah ditentukan, karena menyangkut penghidupan banyak pedagang.
“Semoga bisa dipercepat dan tidak molor, karena ini menyangkut penghasilan banyak orang,” katanya.
Pemkab Targetkan Pasar Bisa Ditempati Februari
Sebelumnya, dalam rilis berita pada Selasa (6/1), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan diminta untuk segera melakukan pendataan ulang jumlah pedagang yang akan menempati Pasar Banyuwangi setelah revitalisasi rampung.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pemindahan pedagang dari Gedung Dharma Wanita ke pasar baru bisa berjalan cepat dan tertib.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan bahwa aspirasi para pedagang sejalan dengan upaya percepatan yang tengah dilakukan pemerintah daerah.
“Target kami maksimal Februari, mendekati Ramadan, pasar sudah bisa ditempati,” tegas Mujiono.
Terkait adanya pekerjaan yang melewati tahun anggaran, Mujiono memastikan hal tersebut telah diatur dalam mekanisme kontrak.
Pihak pelaksana proyek akan dikenai denda harian sesuai ketentuan apabila pekerjaan melebihi batas waktu yang telah disepakati.
“Itu sudah ada aturannya dan pasti berjalan sesuai kontrak,” pungkasnya. (ray)
Editor : Ali Sodiqin