Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Bahan Dapur di Pasar Srono Turun Usai Nataru, Cabai Rawit Justru Anjlok dan Stabil

Zamrozi Wahyu • Kamis, 15 Januari 2026 | 06:30 WIB

Info Selengkapnya Klik di sini!
Info Selengkapnya Klik di sini!

RADARBANYUWANGI.ID - Harga sejumlah bahan dapur yang sempat melonjak pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kini mulai mengalami penurunan.

Kondisi tersebut terjadi di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Srono.

Pedagang memperkirakan, harga kebutuhan pokok akan cenderung stabil dalam beberapa waktu ke depan.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada komoditas cabai rawit. Jika pada tahun-tahun sebelumnya harga cabai rawit hampir selalu melambung tinggi di awal pergantian tahun, kali ini justru sebaliknya.

Harga cabai rawit terpantau anjlok dan relatif stabil di kisaran Rp 30 ribu per kilogram (kg).

Salah satu pedagang sembako di Pasar Srono, Sukito, mengatakan sejak awal tahun harga cabai rawit tidak mengalami lonjakan berarti. Bahkan, harga saat ini sedikit turun dibandingkan awal Januari.

HARGA TURUN: Pedagang di Pasar Srono sedang menyiapkan sayuran untuk dijual, Rabu (14/1).
HARGA TURUN: Pedagang di Pasar Srono sedang menyiapkan sayuran untuk dijual, Rabu (14/1).

“Sejak awal tahun harganya stabil di Rp 30 ribu per kilo. Sekarang malah turun jadi Rp 28 ribu per kilo,” kata Sukito, kemarin.

Menurut Sukito, kondisi ini berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, pada awal tahun harga cabai rawit bisa melonjak tajam hingga menembus Rp 100 ribu per kilogram.

“Kalau tahun-tahun lalu, awal tahun itu harga cabai rawit selalu naik tinggi,” ujarnya.

Ia menilai, anjloknya harga cabai rawit tahun ini dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah dampak musibah banjir yang terjadi di wilayah Sumatera dan Aceh.

Akibat kondisi tersebut, pasokan bahan dapur dari Pulau Jawa disebut lebih banyak diserap dan harganya cenderung ditekan agar tetap stabil.

“Imbas banjir di Sumatera dan Aceh, bahan dapur dari Jawa harganya dimurahkan dan dibuat stabil. Jadi tidak bisa melonjak,” jelasnya.

Padahal, menjelang libur Nataru lalu, harga cabai rawit sempat mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Namun setelah perayaan usai, harga justru turun signifikan.

Sukito juga menduga, stabilnya harga cabai rawit tak lepas dari peran pemerintah dalam pengendalian harga pangan.

Meski di sisi lain, hasil panen petani banyak yang terdampak cuaca buruk.

“Kemungkinan harga ini diatur pemerintah supaya stabil dan merata. Walaupun panenan petani banyak yang rusak karena cuaca buruk, harganya tetap tidak bisa naik,” ungkapnya.

Selain cabai rawit, harga sejumlah bahan dapur lainnya juga mengalami penurunan usai Nataru.

Sukito menyebutkan, harga tomat kini berada di angka Rp 7 ribu per kilogram. Padahal, saat puncak libur Nataru, harga tomat sempat mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

“Cabai besar juga turun, dari sebelumnya Rp 20 ribu sekarang jadi Rp 14 ribu per kilo,” terangnya.

Penurunan harga juga dibenarkan pedagang lain di Pasar Srono, Lilit.

Ia menyebutkan, harga bawang merah yang sebelumnya mencapai Rp 45 ribu per kilogram menjelang Nataru, kini turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Sementara bawang putih justru naik sedikit, dari Rp 30 ribu jadi Rp 35 ribu per kilogram,” bebernya.

Untuk komoditas sayuran, lanjut Lilit, tren penurunan harga juga terjadi.

Seperti brokoli yang sebelumnya dijual Rp 20 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 15 ribu per kilogram. Harga daging ayam pun ikut terkoreksi.

“Daging ayam yang sebelumnya di atas Rp 30 ribu sekarang sekitar Rp 28 ribu per kilo,” katanya.

Lilit memperkirakan, harga bahan dapur akan cenderung stabil dalam waktu dekat. Kenaikan harga baru diprediksi terjadi menjelang bulan Ramadan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

“Untuk sementara kemungkinan harga-harga ini stabil ke depan. Biasanya naik lagi mendekati Ramadan,” pungkasnya. (why)

Editor : Ali Sodiqin
#pasar srono #cabai rawit #harga bahan dapur #banyuwangi