RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas di dalam negeri terus menunjukkan performa impresif pada awal tahun 2026.
Pada Rabu (14/1/2026), harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Sementara itu, harga emas perhiasan terpantau kokoh dan relatif stabil, bahkan mengalami kenaikan di sejumlah penyedia utama.
Berdasarkan pantauan dari laman Logam Mulia Antam, harga emas batangan pada hari ini naik Rp 13.000 menjadi Rp 2.665.000 per gram. Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan sejak awal pekan.
Sehari sebelumnya, Selasa (13/1/2026), harga emas Antam melonjak Rp 21.000 ke level Rp 2.652.000 per gram, yang saat itu juga mencetak rekor tertinggi.
Bahkan pada Senin (12/1/2026), emas Antam telah lebih dulu melonjak tajam Rp 29.000 ke level Rp 2.631.000 per gram.
Dalam tiga hari terakhir, harga emas batangan Antam tercatat telah naik total Rp 63.000 per gram, menandakan kuatnya minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Harga Buyback Ikut Menguat
Seiring kenaikan harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penguatan. Pada Rabu (14/1/2026), harga buyback naik Rp 10.000 menjadi Rp 2.513.000 per gram.
Namun demikian, transaksi jual kembali emas batangan ke Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk penjualan di atas Rp 10 juta, pajak yang dikenakan sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai buyback.
Daftar Harga Emas Batangan Antam
Berikut harga emas batangan Antam, belum termasuk pajak:
- 0,5 gram: Rp 1.382.000
- 1 gram: Rp 2.665.000
- 2 gram: Rp 5.270.000
- 3 gram: Rp 7.880.000
- 5 gram: Rp 13.100.000
- 10 gram: Rp 26.145.000
- 25 gram: Rp 65.237.000
- 50 gram: Rp 130.395.000
- 100 gram: Rp 260.712.000
- 250 gram: Rp 651.515.000
- 500 gram: Rp 1.302.820.000
- 000 gram: Rp 2.605.600.000
Emas Perhiasan Bergerak Lebih Terukur
Berbeda dengan emas batangan yang mencetak rekor, harga emas perhiasan cenderung bergerak lebih stabil.
Pergerakan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti permintaan industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar, kebijakan bank sentral, serta biaya produksi dan desain.
Di Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan terpantau stabil di seluruh kadar karat. Emas perhiasan 24 karat dibanderol Rp 2.300.000 per gram, sementara 22 karat berada di level Rp 1.905.000 per gram.
Sementara itu, Laku Emas (CMK Group) mencatat kenaikan harga di semua kadar. Emas perhiasan 24 karat naik Rp 38.000 menjadi Rp 2.210.000 per gram, sedangkan 22 karat menguat Rp 32.000 menjadi Rp 1.891.000 per gram.
Adapun di Hartadinata Abadi, harga emas perhiasan terpantau tetap kokoh dan stabil. Emas perhiasan 22 karat dipatok Rp 2.535.000 per gram, sementara 20 karat berada di level Rp 2.486.000 per gram.
Investor dan Konsumen Diminta Cermat
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski emas batangan tengah berada di level tertinggi, emas perhiasan masih menawarkan harga yang relatif terjaga.
Situasi tersebut membuka peluang bagi masyarakat yang ingin membeli perhiasan, sekaligus memberi pertimbangan strategis bagi investor.
Dengan tren harga emas yang terus bergerak dinamis, masyarakat diimbau untuk rutin memantau perkembangan harga, memperhitungkan faktor pajak, serta menyesuaikan tujuan pembelian—baik sebagai instrumen investasi, tabungan jangka panjang, maupun kebutuhan perhiasan. (*)
Editor : Ali Sodiqin