RADARBANYUWANGI.ID - Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu (11/1/2026) menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia.
Emas perhiasan tak hanya diminati sebagai pelengkap gaya hidup, tetapi juga menjadi instrumen investasi jangka panjang yang relatif aman dan stabil.
Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik, pergerakan harga emas perhiasan terus mengalami fluktuasi.
Kondisi ini membuat masyarakat, baik investor maupun konsumen ritel, perlu mencermati perkembangan harga secara berkala agar dapat mengambil keputusan transaksi yang tepat.
Dua platform yang kerap dijadikan acuan harga emas perhiasan di Indonesia adalah Raja Emas Indonesia dan Laku Emas.
Keduanya secara rutin merilis pembaruan harga beli dan jual emas perhiasan berdasarkan kadar karat, sehingga memudahkan masyarakat dalam memantau nilai aset emas yang dimiliki.
Pentingnya Memahami Harga Emas Perhiasan
Pemahaman terhadap harga emas perhiasan menjadi krusial, terutama bagi masyarakat yang berencana membeli atau menjual emas dalam waktu dekat.
Setiap kadar karat memiliki nilai berbeda, bergantung pada tingkat kemurnian emas yang terkandung di dalamnya.
Perbedaan harga antara emas murni dan emas campuran cukup signifikan.
Karena itu, mengetahui daftar harga terbaru akan membantu masyarakat memperkirakan nilai wajar emas perhiasan di pasaran serta menghindari potensi kerugian saat bertransaksi.
Harga Beli Emas Perhiasan di Raja Emas Indonesia
Bagi masyarakat yang ingin menjual emas perhiasan, Raja Emas Indonesia menyediakan daftar harga beli emas per gram dengan berbagai kadar karat.
Harga beli ini menjadi patokan penting bagi pemilik emas untuk menilai nilai jual asetnya.
Per Minggu (11/1/2026), harga beli emas perhiasan di Raja Emas Indonesia tercatat bervariasi, mulai dari kadar tertinggi K24* hingga K5.
Berikut daftar harga beli emas per gram di Raja Emas Indonesia:
- K24*: Rp 2.370.000
- K24: Rp 2.260.000
- K23: Rp 1.952.000
- K22: Rp 1.866.000
- K21: Rp 1.783.000
- K20: Rp 1.697.000
- K19: Rp 1.612.000
- K18: Rp 1.528.000
- K17: Rp 1.443.000
- K16: Rp 1.357.000
- K15: Rp 1.274.000
- K14: Rp 1.189.000
- K13: Rp 1.103.000
- K12: Rp 1.020.000
- K11: Rp 934.000
- K10: Rp 849.000
- K9: Rp 765.000
- K8: Rp 680.000
- K7: Rp 594.000
- K6: Rp 511.000
- K5: Rp 425.000
Daftar ini menunjukkan semakin rendah kadar karat, maka semakin rendah pula nilai beli emas perhiasan tersebut.
Harga Jual Emas Perhiasan di Laku Emas
Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin membeli emas perhiasan, harga jual dari platform Laku Emas bisa menjadi referensi utama.
Harga jual mencerminkan nilai yang harus dibayar konsumen saat membeli emas perhiasan sesuai kadar kemurniannya.
Berikut harga jual emas per gram di Laku Emas per Minggu (11/1/2026):
- 24K (99%): Rp 2.172.000
- 23K: Rp 1.944.000
- 22K: Rp 1.859.000
- 21K: Rp 1.778.000
- 20K: Rp 1.692.000
- 19K: Rp 1.606.000
- 18K: Rp 1.519.000
- 17K: Rp 1.433.000
- 16K: Rp 1.347.000
- 15K: Rp 1.263.000
- 14K: Rp 1.178.000
- 13K: Rp 1.094.000
- 12K: Rp 1.008.000
- 11K: Rp 922.000
- 10K: Rp 838.000
- 9K: Rp 751.000
Perbedaan harga antar kadar cukup mencolok, sehingga pembeli dapat menyesuaikan pilihan dengan anggaran serta tujuan investasi.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Pergerakan harga emas perhiasan tidak terlepas dari berbagai faktor, baik global maupun domestik.
Harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kebijakan moneter bank sentral, hingga kondisi geopolitik global menjadi faktor utama yang memengaruhi harga.
Selain itu, tingkat inflasi dan suku bunga acuan juga berpengaruh terhadap daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Saat kondisi ekonomi tidak menentu, minat terhadap emas cenderung meningkat, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga.
Masyarakat Diimbau Terus Memantau Harga
Mengingat sifat harga emas yang dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau pembaruan harga dari sumber terpercaya sebelum melakukan transaksi.
Dengan memahami pergerakan harga emas perhiasan secara menyeluruh, baik untuk membeli maupun menjual, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan menguntungkan di tengah fluktuasi pasar. (*)
Editor : Ali Sodiqin