Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tetap Bertahan di Tengah Zaman, Ojek Perahu Pantai Meneng Banyuwangi Masih Jadi Andalan Pemancing dan ABK

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 10 Januari 2026 | 03:00 WIB
Para ABK naik perahu ojek dari kapal menuju daratan di Pantai Meneng, Ketapang, Kalipuro Jumat (9/1).
Para ABK naik perahu ojek dari kapal menuju daratan di Pantai Meneng, Ketapang, Kalipuro Jumat (9/1).

RADARBANYUWANGI.ID - Jasa ojek perahu di Pantai Meneng, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, masih tetap eksis.

Penggunanya adalah para pemancing dan anak buah kapal (ABK) yang menyandarkan kapalnya di perairan Pantai Meneng.

Deretan perahu dengan satu kitir atau cadik terlihat parkir di sepanjang sungai mentari yang menjadi muara Pantai Meneng.

Tampak sejumlah  pria yang membawa joran mendekati salah satu perahu. Setelah berbincang, para lelaki tersebut naik ke atas perahu, lalu dibawa ke tengah lautan.

Rombongan pria tersebut adalah  para pemancing yang menggunakan jasa ojek perahu untuk bisa mencapai kapal-kapal ikan yang sedang bersandar di perairan Pantai Meneng.

 Selama puluhan tahun, pantai ini menjadi salah satu spot memancing yang cukup digemari.

Selain air laut  cenderung tenang, terumbu karang dan ikan di sekitar Pantai Meneng bisa dibilang masih cukup bagus.

Sunaryo, 60, salah seorang ojek perahu menuturkan,  jasa ojek perahu di tempat itu sudah berjalan cukup lama. Dia sendiri mengaku sudah bekerja sejak masih duduk di bangku SD.

"Dulu saya mengoperasikan perahu milik bapak, tapi bukan perahu yang seperti ini. Dulu lebih besar, karena selain untuk ngojek juga dipakai mencari terumbu karang," kata Sunaryo.

Ongkos ojek Rp 10 ribu per orang untuk sekali jalan. Jika jaraknya cukup jauh dari area pantai, tarifnya bisa naik sampai Rp 20 ribu.

Di perairan Pantai Meneng ada belasan kapal ikan dari Pekalongan yang kerap berhenti selama berbulan-bulan. Para ABK  itulah yang menjadi pelanggan tetap Sunaryo saat akan pergi ke daratan.

"Tarif Rp 10 ribu untuk sekali jalan, kalau pulang pergi ya Rp 20 ribu per orang," terangnya.

Setiap hari, Sunaryo bisa mengantar puluhan anak buah kapal hilir-mudik dari kapal besarnya menuju daratan.

Rata-rata sudah saling kenal dengan para anak buah kapal. Saat ingin naik ke daratan, mereka akan langsung menelepon Sunaryo.

"Kalau sedang sepi, sehari dapatnya Rp 200 ribu. Tapi, kalau ramai, bisa dapat sampai Rp 600 ribu per hari bisa lebih. Jaraknya juga dekat,’’ imbuhnya.

Di area Pantai Meneng,  saat ini sudah tak banyak lagi jumlah ojek perahu. Sore kemarin (8/1), hanya ada lima kapal yang bersandar.

Jumlahnya memang tidak banyak, tapi layanan ojek perahu di sana selalu ready 24 jam. Sunaryo  bekerja mulai pukul 05.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Di sini ojeknya dibagi, ada yang melayani ABK, ada yang melayani pemancing. Jadi punya langganan sendiri," imbuhnya.

Fikri Firdaus Putra Handata,24, tukang ojek perahu lainya  menceritakan, dirinya mengais rezeki  di Pantai Meneng sejak masih berumur 16 tahun.

Berbeda dengan Sunaryo, Fikri lebih memilih melayani pemancing. Rutenya pun sama, para pemancing minta diantarkan ke kapal ikan untuk bisa memancing di sana.

Meski tak sebanyak ABK kapal, namun jumlah pemancing yang datang ke Pantai Meneng cukup rutin setiap harinya.

"Kalau pemancing biasanya satu kelompok dua orang sampai empat orang. Ya saya antar ke kapal ikan, mereka mancingnya di sana,"jelasnya.

Jika kondisi ramai, dalam sehari Fikri bisa mengumpulkan uang antara Rp 800 ribu sampai Rp 1 Juta. Pekerjaan itu  kini menjadi mata pencaharian utamanya. 

"Satu perahu maksimal bisa membawa 12 orang. Selain pemancing, kadang ada orang yang minta keliling saja, ya saya layani," pungkasnya. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#meneng #Ketapang #pelabuhan #ojek laut #banyuwangi