RADARBANYUWANGI.ID - Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transaksi yang cepat, aman, dan fleksibel, penggunaan kartu kredit kian menjadi pilihan utama dalam aktivitas keuangan sehari-hari.
Selain menawarkan kemudahan bertransaksi di berbagai merchant, baik offline maupun online, kartu kredit juga membantu nasabah mengelola pengeluaran secara lebih terencana dan terkontrol.
Namun, masifnya penggunaan transaksi non tunai tersebut juga diiringi dengan meningkatnya risiko kejahatan perbankan.
Menyikapi hal ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang menyasar data pribadi dan data perbankan, termasuk informasi kartu kredit.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa transformasi digital di sektor perbankan harus diimbangi dengan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan data.
Ia menyebut, saat ini terdapat sejumlah modus kejahatan yang kerap menyasar nasabah, mulai dari phishing, skimming, hingga social engineering, yang bertujuan memperoleh data pribadi maupun data transaksi keuangan yang bersifat rahasia.
“Kartu kredit saat ini menjadi solusi transaksi yang praktis dan fleksibel, baik untuk kebutuhan pembayaran di merchant offline maupun online. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan kartu kredit agar terhindar dari risiko penyalahgunaan,” ujar Dhanny.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan transaksi nasabah, BRI kembali menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan seluruh data kartu kredit.
Nasabah diimbau untuk tidak pernah membagikan informasi sensitif kepada siapa pun, termasuk nomor kartu kredit, tanggal kedaluwarsa (EXP Date), hingga CVV.
“BRI juga menegaskan bahwa BRI tidak pernah meminta data rahasia, seperti CVV maupun OTP (One Time Password), melalui telepon, SMS, atau email dalam kondisi apa pun,” jelasnya.
Di sisi lain, BRI secara konsisten memperkuat sistem keamanan transaksi kartu kredit melalui berbagai lapisan pengamanan.
Langkah tersebut meliputi validasi data kartu saat proses aktivasi, pengiriman notifikasi transaksi secara real time ke perangkat mobile atau email nasabah yang terdaftar, serta penggunaan PIN untuk transaksi di mesin EDC (Electronic Data Capture) pada merchant yang telah mendukung fitur tersebut.
Tak hanya itu, untuk transaksi online, BRI juga menerapkan penggunaan OTP sebagai autentikasi tambahan melalui fitur 3D Secure, sehingga setiap transaksi memerlukan persetujuan langsung dari pemegang kartu.
Guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan bertransaksi, Kartu Kredit BRI kini telah dilengkapi dengan verifikasi PIN enam digit.
PIN ini digunakan pada mesin EDC di merchant yang telah mendukung verifikasi PIN, sehingga memberikan perlindungan ekstra sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan kartu.
BRI juga mengimbau nasabah untuk segera menghubungi Contact BRI 1500017 atau melalui aplikasi BRI Credit Card Mobile apabila menerima notifikasi transaksi yang tidak pernah dilakukan.
Langkah ini penting agar proses pelaporan dan pemblokiran kartu dapat segera dilakukan, khususnya dalam kondisi kartu kredit atau perangkat mobile banking hilang maupun berpotensi disalahgunakan.
Selain itu, nasabah juga diingatkan untuk rutin melakukan pengkinian data pribadi melalui Contact BRI atau aplikasi BRI Credit Card Mobile setiap kali terjadi perubahan data, antara lain:
Pertama, data finansial, seperti pembaruan NPWP serta slip gaji atau bukti penghasilan terbaru. Data ini menjadi syarat utama dalam pengajuan kenaikan limit kartu kredit, dengan batas maksimal hingga tiga kali penghasilan per bulan.
Kedua, data alamat, meliputi alamat rumah, kantor, dan alamat pengiriman tagihan. Pengkinian ini penting untuk memastikan pengiriman lembar tagihan kertas, kartu renewal, maupun kartu replacement berjalan lancar.
Ketiga, data email, guna mendukung pengiriman e-statement, notifikasi transaksi, serta informasi promo kartu kredit.
Keempat, data nomor handphone, yang berfungsi untuk pengiriman notifikasi transaksi, kode OTP transaksi online dengan 3D Secure, pemberitahuan transaksi mencurigakan, pengiriman PIN sementara, hingga informasi promo kartu kredit.
“Melalui pemanfaatan kartu kredit secara bijak, nasabah tidak hanya dapat menikmati kemudahan dan fleksibilitas bertransaksi, tetapi juga mengelola pengeluaran dengan lebih terencana,” pungkas Dhanny.
Ia menambahkan, BRI akan terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan sekaligus mengedukasi nasabah agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan.
Dengan demikian, setiap transaksi dapat dilakukan secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital. (*)
Editor : Ali Sodiqin