Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Produksi Padi Banyuwangi Tembus 806.407 Ton di 2025, Kian Kokoh Jadi Lumbung Pangan Jatim

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 8 Januari 2026 | 04:30 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Plt Kepala Dispertan Ilham Juanda bersama personel TNI/Polri memanen padi bareng para petani di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, pada 24 September 2025 lalu.
Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Plt Kepala Dispertan Ilham Juanda bersama personel TNI/Polri memanen padi bareng para petani di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, pada 24 September 2025 lalu.

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi terus mengukuhkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan di Jatim, bahkan nasional.

Sepanjang tahun 2025 lalu produksi padi di Bumi Blambangan tercatat mencapai 806.407 ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 794.842 ton.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi Ida Larasati mengatakan, peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas tanam padi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

“Pada tahun 2025 produksi padi di Banyuwangi mencapai 806.407 ton dengan luas baku sawah 62.940 hektare (Ha) serta luas tanam padi yang mencapai 121.319 hektare,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian produksi padi pada 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2024, produksi padi Banyuwangi tercatat sebesar 794.842 ton dengan luas tanam padi 119.651 hektare serta luas baku sawah yang tetap 62.940 hektare.

Untuk mendukung meningkat produksi padi, Dispertan Banyuwangi juga menggencarkan alokasi pupuk subsidi guna mendukung produktivitas petani selama 2025.

“Dispertan Banyuwangi mengalokasikan pupuk subsidi pada 2025 dengan berbagai jenis, yaitu pupuk Urea sebesar 44.550 ton atau 97,38 persen dari usulan serta pupuk NPK sebesar 40.493 ton atau 99,61 persen dari usulan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, capaian Banyuwangi turut mendukung keberhasilan nasional. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 berhasil menembus 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ida menambahkan, untuk mendukung petani dalam meningkatkan produksi padi, pemkab melalui Dispertan Banyuwangi melakukan berbagai terobosan strategis.

“Perlindungan terhadap sawah-sawah Banyuwangi yang produktif agar tidak dialihfungsikan serta perluasan area tanam dengan memanfaatkan lahan non sawah terus dilakukan,” katanya.

Selain itu, peningkatan Indeks Pertanaman (IP) juga menjadi fokus utama.

Lahan yang biasa ditanami satu kali menjadi dua kali, dua kali menjadi tiga kali, bahkan tiga kali menjadi empat kali atau IP 400.

Upaya lain yang dilakukan yakni penerapan alat dan mesin pertanian modern dalam budi daya tanaman padi.

Menurut Ida, mekanisasi pertanian ini juga dibarengi dengan pemberdayaan petani muda.

“Penerapan alat mesin pertanian modern dilakukan dengan melibatkan petani muda atau generasi milenial serta Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA),” ujarnya.

Tak kalah penting, pendampingan di lapangan terus diperkuat dengan teknologi yang memadai serta terus melibatkan generasi muda melalui inovasi unggulan Banyuwangi, yaitu Jagoan Banyuwangi yang di dalamnya mencakup Jagoan Tani.

“Pendampingan petugas lapang atau penyuluh pertanian dilakukan untuk transfer teknologi serta meningkatkan peran generasi milenial melalui inovasi Jagoan Tani,” pungkasnya. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#lumbung padi #panen padi #banyuwangi #pertanian