Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Emas Dunia 6 Januari 2026 Melonjak Tajam ke US$ 4.444 per Ons, Ketegangan AS–Venezuela Picu Perburuan Safe Haven

Ali Sodiqin • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:30 WIB

ILUSTRASI Investasi Emas Digital.
ILUSTRASI Investasi Emas Digital.

RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas dunia kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (6/1/2026).

Lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) menyusul eskalasi geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela.

Berdasarkan data perdagangan global, harga emas spot naik 2,7 persen ke level US$ 4.444,52 per ons.

Bahkan, emas spot sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,8 persen ke posisi US$ 4.451,5 per ons.

Kenaikan ini menjadi salah satu penguatan mingguan tertinggi emas sepanjang awal 2026, menegaskan kembali peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Situasi di Venezuela jelas kembali menghidupkan permintaan safe haven, di tengah kekhawatiran yang sudah ada terkait geopolitik, pasokan energi, dan kebijakan moneter,” ujar investor Heraeus Metals Germany, Alexander Zumpfe, seperti dikutip dari Reuters.

Dampak Langsung Eskalasi Geopolitik

Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu lalu.

Langkah tersebut menjadi intervensi paling langsung Washington di kawasan Amerika Latin sejak invasi ke Panama pada 1989.

Tak berhenti di situ, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan apabila pemerintah Karakas menolak tuntutan Washington untuk membuka sektor industri minyak serta menghentikan perdagangan narkoba.

Trump juga mengisyaratkan potensi langkah serupa terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkotika ilegal.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran meluasnya konflik geopolitik di kawasan Amerika, yang pada akhirnya mendorong investor global mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman, salah satunya emas.

Kinerja Emas Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak sekitar 64 persen.

Kenaikan tajam ini didorong oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik global, siklus pelonggaran suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed), hingga meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral dunia.

Selain itu, arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis emas juga turut menopang reli harga logam mulia tersebut.

Ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan oleh The Fed dinilai semakin memperkuat daya tarik emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

“Pergerakan menuju rekor tertinggi baru kemungkinan terjadi jika ketegangan geopolitik meluas atau jika data ekonomi AS memperkuat ekspektasi bahwa The Fed harus memangkas suku bunga lebih agresif dari perkiraan pasar saat ini,” kata Zumpfe.

Logam Mulia Lain Ikut Menguat

Tak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan signifikan. Harga perak melonjak 5,2 persen menjadi US$ 76,37 per ons.

Sepanjang 2025, perak bahkan telah melesat hingga 147 persen.

Kenaikan harga perak didorong oleh penetapannya sebagai mineral kritis oleh pemerintah AS, serta defisit struktural pasokan di tengah meningkatnya permintaan industri dan energi terbarukan.

Sementara itu, harga platinum spot naik 5,9 persen ke level US$ 2.269,55 per ons. Adapun paladium turut menguat 3,4 persen menjadi US$ 1.694,75 per ons.

Penguatan serentak logam mulia ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas ekonomi dan geopolitik, sekaligus mempertegas posisi emas dan logam mulia lainnya sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#nicolas maduro #ketegangan AS venezuela #harga emas dunia #harga emas hari ini #donald trump #suku bunga #safe haven #6 januari 2026 #the fed