Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Revitalisasi Pasar Banyuwangi Molor, Pemkab Targetkan Bisa Difungsikan Jelang Ramadan

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 6 Januari 2026 | 05:00 WIB
Proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi yang ditarget tuntas akhir tahun 2025 molor dari jadwal. Hingga Senin (5/1/2026) masih ada pekerjaan yang belum selesai.
Proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi yang ditarget tuntas akhir tahun 2025 molor dari jadwal. Hingga Senin (5/1/2026) masih ada pekerjaan yang belum selesai.

RADARBANYUWANGI.ID - Proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dipastikan mengalami keterlambatan dari target awal.

Pekerjaan yang awalnya ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2025 hingga awal Januari 2026 hingga Selasa (5/1) masih terus berjalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, secara visual  pembangunan Pasar Banyuwangi masih belum bisa dikatakan tuntas.

Rangka bangunan dan penutup sudah  selesai, namun pengerjaan di dalam bangunan terlihat masih berlangsung.

Hingga pekan pertama bulan Desember lalu, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW)  Jatim menyebut, progres proyek masih berada di angka 78 persen.

Menanggapi molornya pengerjaan proyek tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, molornya pekerjaan dipengaruhi sejumlah kendala teknis dan administratif di tingkat pusat.

Namun demikian, Pemkab Banyuwangi menargetkan percepatan agar pasar bisa difungsikan sebelum Ramadan.

Mujiono menjelaskan, perubahan struktur kementerian menjadi salah satu faktor yang memengaruhi laju proyek.

Kementerian PUPR yang sebelumnya menyatu, kini terpisah dengan Kementerian Perumahan Rakyat, sehingga perlu penyesuaian tugas dan fungsi masing-masing.

“Perubahan nomenklatur ini ikut mengubah momentum pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, progres pekerjaan pihak ketiga juga mengalami kendala lain dari sisi teknis bangunan.

Mujiono menyebut, beberapa material utama yang digunakan untuk pembangunan pasar sempat terhambat. Terutama rangka baja yang digunakan dengan sistem knockdown.

“Seharusnya akhir tahun ini selesai, tapi ada keterlambatan pengadaan material. Ini yang membuat waktu pengerjaan bergeser,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya memastikan percepatan segera dilakukan agar proyek tidak berlarut-larut.

Pemkab Banyuwangi juga telah berkoordinasi dengan pengelola pasar dan dinas terkait untuk menyiapkan tahapan pemanfaatan.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan diminta segera mendata ulang jumlah pedagang yang akan menempati pasar baru tersebut.

Langkah ini dilakukan agar proses pemindahan pedagang dari Gedung Wanita ke Pasar Banyuwangi bisa berjalan cepat begitu pembangunan rampung.

Aspirasi pedagang yang menginginkan pasar segera difungsikan menurutnya sejalan dengan upaya percepatan yang sedang dilakukan pemerintah daerah.

“Target kami maksimal Februari, mendekati Ramadan, pasar sudah bisa ditempati,” tegas Mujiono.

Terkait keterlambatan melewati tahun anggaran, Mujiono menegaskan hal tersebut sudah diatur dalam mekanisme kontrak.

Pihak pelaksana proyek akan dikenai denda harian sesuai ketentuan apabila pekerjaan melebihi batas waktu yang telah disepakati.

“Itu sudah ada aturannya dan pasti berjalan sesuai kontrak,” pungkasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#revitalisasi pasar #pasar banyuwangi #Pembangunan Molor