Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Melalui Tenun Modern dan Pameran BRI, Kriti by Lusy Jajaki Potensi Wastra Nusantara di Pasar Mancanegara

Ali Sodiqin • Sabtu, 3 Januari 2026 | 08:33 WIB

Kriti by Lusy, UMKM Bogor Sulap Tenun dan Lurik Jadi Busana Modern Berkelas Global
Kriti by Lusy, UMKM Bogor Sulap Tenun dan Lurik Jadi Busana Modern Berkelas Global

RADARBANYUWANGI.ID - Indonesia dikenal sebagai negeri seribu kain dengan kekayaan wastra seperti batik, songket, lurik, hingga sasirangan yang sarat makna budaya.

Namun, di tengah gaya hidup modern yang serba praktis, wastra tradisional kerap dianggap kurang fleksibel untuk dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

Kesenjangan inilah yang kemudian melahirkan Kriti by Lusy, sebuah merek fesyen yang menjembatani tradisi dan modernitas.

Didirikan oleh Lusy Rachmat pada 2017, UMKM fashion asal Bogor ini menghadirkan beragam koleksi busana wanita yang memadukan kain tenun dan lurik sebagai elemen utama.

Mulai dari atasan, celana, rok, tunik, hingga vest, seluruh koleksi dirancang dengan konsep sederhana namun tetap elegan, sehingga relevan untuk berbagai kesempatan.

“Kriti by Lusy tercetus karena saya sering bertemu teman-teman wanita yang mengeluh punya kain tenun, tapi bingung bagaimana memanfaatkannya. Dari situ muncul ide untuk mendesain kain tenun agar bisa menjadi busana modern yang dipadukan dengan lurik,” ujar Lusy.

Tenun dan Lurik yang Timeless

Lusy memilih tenun dan lurik bukan tanpa alasan. Menurutnya, kedua material tersebut memiliki karakter desain yang timeless, mudah dipadupadankan, serta dapat diterima oleh berbagai kalangan usia.

Dengan pendekatan desain yang adaptif, wastra tidak lagi sekadar busana acara formal, tetapi bisa dikenakan dalam aktivitas harian.

Tak hanya fokus pada desain, Lusy juga memberi perhatian besar pada proses produksi.

Ia melibatkan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya dan bekerja langsung dengan para pengrajin tenun.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas detail bahan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Bahkan, demi menjaga eksklusivitas produk, jumlah produksi pun dibatasi. Saat ini, kapasitas produksi Kriti by Lusy berada di kisaran 100–200 potong per bulan.

“Saya ingin setiap karya tidak hanya berkualitas, tapi juga punya nilai. Karena itu, produksi kami batasi agar desain tetap eksklusif,” jelasnya.

Tumbuh Bersama Rumah BUMN BRI

Perjalanan Kriti by Lusy semakin berkembang sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2018.

Melalui ekosistem pemberdayaan tersebut, Lusy mendapatkan akses pelatihan, pendampingan bisnis, hingga fasilitas pemasaran melalui program Growpreneur by BRI.

“Bergabung dengan Rumah BUMN BRI sangat membantu saya dalam menata strategi bisnis. Akses pelatihan dan pemasaran yang diberikan benar-benar berdampak,” terangnya.

Berbekal dukungan tersebut, Lusy semakin percaya diri memperluas jangkauan pasar.

Tak hanya di dalam negeri, Kriti by Lusy juga aktif mengikuti berbagai pameran internasional di Malaysia, Singapura, Thailand, hingga China.

Langkah ini menjadi strategi untuk menjajaki potensi wastra modern Indonesia di pasar global.

Tampil di Wastra Nusantara

Terbaru, Kriti by Lusy menjadi salah satu UMKM terkurasi BRI yang tampil di ajang Wastra Nusantara di SOGO Central Park Jakarta, November 2025 lalu.

Partisipasi ini dinilai menjadi momentum penting dalam meningkatkan eksposur dan kredibilitas merek di mata konsumen.

“Kami sangat senang bisa terlibat. Acara ini membuka peluang besar bagi brand lokal seperti kami untuk dikenal lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar,” ungkap Lusy.

Komitmen BRI Dorong UMKM Naik Kelas

Di kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan UMKM nasional agar mampu naik kelas dan berdaya saing global.

“BRI secara konsisten melakukan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan. Mulai dari fashion batik modern, aksesori etnik, hingga kerajinan tangan, kami dorong melalui berbagai inisiatif kolaboratif,” papar Dhanny.

Ke depan, BRI berkomitmen terus membuka lebih banyak peluang untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Dengan kolaborasi tersebut, kisah Kriti by Lusy menjadi bukti bahwa wastra Nusantara dapat tampil modern, relevan, dan kompetitif di panggung dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bri #bbri #wastra nusantara #Pemberdayaan Pendampingan UMKM