RADARBANYUWANGI.ID - Penyaluran bantuan sosial Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 masih terus berlanjut di berbagai daerah.
Pemerintah memastikan pencairan susulan tetap berlangsung hingga Januari 2026, menyesuaikan kesiapan data dan bank penyalur di masing-masing wilayah.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan telah menerima saldo bansos yang masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejak Kamis (1/1).
Nominal bantuan yang diterima bervariasi, tergantung jenis bansos, komponen PKH, serta bank penyalur yang digunakan.
Laporan Pencairan di Berbagai Daerah
Berdasarkan pantauan di lapangan, pencairan bansos BPNT dan PKH tahap 4 telah diterima KPM di sejumlah wilayah berikut:
- Aceh (KKS Bank BSI): Saldo BPNT sebesar Rp600.000 telah masuk ke rekening KPM.
- Jambi (KKS Bank BNI): KPM PKH susulan tahap 4 menerima dana hingga Rp1.200.000 sesuai komponen bantuan.
- Aceh Barat Daya: KPM PKH dengan KKS lama menerima saldo Rp600.000.
- Ambulu, Jawa Timur (KKS Bank BRI): Saldo bantuan mencapai Rp2.500.000, merupakan akumulasi PKH dan BPNT.
- Penyaluran susulan lainnya: Terpantau melalui Bank BRI dengan nominal Rp1.200.000.
Pemerintah menegaskan, bagi KPM yang hingga kini belum menerima bantuan, proses penyaluran masih akan berlangsung secara bertahap hingga akhir Januari 2026.
Jenis Bantuan yang Masih Disalurkan
Selain BPNT dan PKH, pemerintah juga masih menyalurkan beberapa bantuan sosial lainnya, di antaranya:
- PKH tahap 4 susulan
- BPNT tahap 4 sebesar Rp600.000
- BLT Kesra Rp900.000
- Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng
Kombinasi bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah awal tahun 2026.
BPNT Tetap Cair di Awal 2026
Kementerian Sosial menegaskan bahwa BPNT tetap menjadi program prioritas nasional pada 2026.
BPNT diberikan sebesar Rp200.000 per bulan dan dicairkan per tahap untuk tiga bulan sekaligus.
Dengan skema tersebut, total bantuan yang diterima KPM mencapai Rp600.000 per tahap.
Saldo BPNT disalurkan melalui KKS dan digunakan untuk membeli bahan pangan pokok, seperti beras, telur, dan kebutuhan sehari-hari lainnya di e-warong atau mitra resmi pemerintah.
Cara Cek Pencairan BPNT dan PKH Januari 2026
Agar tidak tertinggal informasi, KPM diimbau rutin mengecek status pencairan bantuan melalui beberapa kanal resmi berikut:
- Website Kemensos
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
- Isi data wilayah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa)
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode verifikasi
- Klik “Cari Data”
- Sistem akan menampilkan status penerimaan BPNT dan PKH
- Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store
- Login menggunakan NIK KTP dan KK
- Pilih menu Cek Bansos
- Isi data wilayah dan nama lengkap
- Masukkan captcha, lalu klik Cari Data
- ATM atau Mobile Banking
- Masukkan KKS ke ATM bank penyalur (BRI, BNI, BSI, atau Mandiri)
- Cek saldo rekening bansos
- Alternatif lain, gunakan mobile banking jika tersedia
- Pendamping Sosial atau Kantor Desa
- Datangi kantor desa atau hubungi pendamping bansos setempat
- Daftar penerima biasanya diumumkan di balai desa
- Pendamping sosial memiliki informasi jadwal pencairan terbaru
- E-Warong atau Agen Bank
- Datangi e-warong atau agen bank terdekat
- Tunjukkan KKS untuk pengecekan saldo melalui mesin EDC
Aturan Baru Penyaluran Bansos 2026
Mulai tahun 2026, pemerintah menerapkan validasi data penerima bansos yang lebih ketat. Seluruh KPM wajib:
- Terdaftar dan aktif di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)
- Memastikan data kependudukan selalu diperbarui
- Menjaga KKS tetap aktif agar saldo bantuan tidak hangus
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk aktif memeriksa status kepesertaan dan segera memperbarui data melalui desa atau dinas sosial setempat.
Dengan validasi data yang lebih baik, penyaluran bansos diharapkan semakin tepat sasaran dan berkelanjutan. (*)
Editor : Ali Sodiqin