RADARBANYUWANGI.ID - Mengawali lembaran baru di tahun 2026, pergerakan instrumen investasi "safe haven" emas menunjukkan dinamika yang menarik.
Berdasarkan pantauan pasar spot global pada Kamis malam (1/1), harga emas dunia mengalami koreksi moderat.
Meski demikian, harga di tingkat retail domestik seperti Antam dan Pegadaian terpantau masih bertahan di level psikologis yang cukup tinggi bagi para investor.
Pasar Global "Wait and See"
Mengutip data pasar spot dunia pukul 20.39 WIB, harga emas bertengger di level USD 4.325,45 per ounce, atau mengalami penurunan tipis sebesar 3,05 poin.
Jika dikonversikan ke satuan gram, emas dunia berada di angka USD 139,07, turun tipis USD 0,1.
Koreksi ini juga berdampak pada nilai konversi rupiah. Di pasar spot dunia, emas dalam mata uang garuda dibanderol Rp 72.250.370 per ounce (turun Rp 153.544) atau setara dengan Rp 2.321.571 per gram.
Pelemahan ini disinyalir karena sikap pelaku pasar yang masih mencermati kebijakan moneter global di pembukaan tahun, serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp 16.703 per USD.
Rincian Harga Emas Antam dan Pegadaian
Meski spot global memerah, harga emas fisik di Indonesia masih menunjukkan angka yang cukup "bertenaga". Bagi Anda yang berencana melakukan investasi fisik, berikut adalah rincian harga per 1 Januari 2026:
1. Logam Mulia Antam Harga emas Antam untuk ukuran standar 1 gram hari ini dipatok sebesar Rp 2.638.000.
Bagi kolektor atau investor kelas berat, ukuran 1.000 gram (1 kg) dibanderol mencapai Rp 2.428.600.000.
-
Buyback (Harga Beli Kembali): Berada di level Rp 2.374.200 per gram. Ini merupakan angka yang perlu dicermati bagi Anda yang berniat melakukan aksi ambil untung (profit taking).
2. Pegadaian Sedikit berbeda dengan Antam, harga emas di Pegadaian terpantau di angka Rp 2.537.000 untuk ukuran 1 gram.
Menariknya, secara kumulatif dalam 5 tahun terakhir, investasi emas di Pegadaian mencatatkan kenaikan fantastis hingga 184,26%.
Harga Emas Antam dan Pegadaian 1 Januari 2026
0,5 Gram: Antam Rp1.364.000, Pegadaian Rp1.331.000
1 Gram: Antam Rp2.638.000, Pegadaian Rp2.537.000
5 Gram: Antam Rp13.050.000, Pegadaian Rp12.406.000
10 Gram: Antam Rp25.380.000, Pegadaian Rp24.745.000
50 Gram: Antam Rp121.545.000, Pegadaian Rp123.321.000
100 Gram: Antam Rp243.012.000, Pegadaian Rp246.520.000
Alternatif Investasi: UBS Gold dan Emas Digital
Selain dua pemain besar di atas, UBS Gold menawarkan harga yang kompetitif.
Untuk ukuran 1 gram, UBS dibanderol Rp 2.566.000 (Harga Jual) dan Rp 2.370.000 (Harga Beli).
Bagi investor milenial yang menyukai kepraktisan, platform digital seperti Pluang juga menjadi pilihan dengan harga Rp 2.473.850 per gram.
Kelebihannya, investor bisa mencicil emas dengan tenor hingga 36 bulan atau melakukan investasi rutin secara otomatis untuk memitigasi risiko volatilitas harga.
Analisis: Masihkah Emas Menarik?
Koreksi harga emas di awal tahun seringkali dianggap sebagai "diskon" oleh para investor jangka panjang.
Dengan kondisi geopolitik dan ekonomi global yang masih dinamis, emas tetap menjadi pelindung nilai (hedging) yang paling diandalkan.
Namun, bagi investor pemula, disarankan untuk tetap menggunakan strategi dollar cost averaging atau membeli secara bertahap.
Jangan lupa untuk selalu memantau selisih harga jual dan harga beli (spread) agar keuntungan yang didapat bisa maksimal saat pencairan di masa depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin