RADARBANYUWANGI.ID - Perayaan tahun baru identik dengan bunyi terompet. Namun, sejak pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, minat masyarakat terhadap terompet terus menurun.
Kondisi ini berimbas langsung pada omzet para penjual dan perajin terompet.
Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, para pedagang terompet mengaku masih sepi pembeli.
Hingga Selasa (30/12) belum ada lonjakan permintaan untuk merayakan malam tahun baru.
Salah satu pedagang terompet di tepi Jalan Raya Pasar Rogojampi, Diki mengungkapkan bahwa penurunan minat pembeli mulai terasa sejak pandemi Covid-19 melanda.
Saat ini, jumlah penjual terompet pun hanya tinggal segelintir karena daya tarik komoditas ini di mata masyarakat semakin memudar.
Diki mengaku sebelum pandemi ia mampu mengirim stok terompet ke luar daerah hingga belasan ribu unit.
Namun kini ia hanya mampu menjual ratusan terompet di wilayah Banyuwangi saja.
“Dulu saya bisa kirim ke Papua sampai 14 ribu terompet. Sekarang hanya ratusan dan itu pun hanya dijual di sekitar Banyuwangi,” ungkapnya.
Diki menambahkan, ayahnya, yakni Suryono merupakan perajin terompet hias dengan berbagai macam bentuk.
“Dulu kami hanya memproduksi untuk dikirim ke luar daerah. Sekarang kami memproduksi lalu dijual sendiri. Untuk omzet jelas menurun drastis. Kalau dulu hasilnya bisa untuk beli sepeda motor, sekarang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam sehari menjelang pergantian tahun ini, lanjut dia, terompet yang laku hanya sekitar 20 sampai 30 unit.
Ia memperkirakan puncak pembelian baru akan terjadi pada satu hari sebelum malam pergantian tahun alias hari ini (31/12).
“Tahun lalu bisa laku sampai 200 terompet dalam sehari. Tahun ini masih belum bisa diprediksi, semoga besok (hari ini) ramai pembeli,” harapnya.
Pedagang terompet lain, Sasmito juga merasakan hal serupa. Ia menyebut belum ada lonjakan pembeli meski penjual terompet saat ini sudah semakin jarang ditemui di titik-titik keramaian.
"Dulu di setiap perempatan pasti ada yang jualan. Sedangkan sekarang hanya di tempat yang sangat ramai seperti Pasar Rogojampi ini. Tapi pembelinya tetap tidak sebanyak dulu,” pungkasnya. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin