Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Produktivitas Jeruk Banyuwangi Merosot, Umur Tanaman Pendek dan Kualitas Buah Turun Picu Harga Naik

Zamrozi Wahyu • Selasa, 30 Desember 2025 | 12:48 WIB
KUALITAS MENURUN: Petani jeruk sedang menimbang hasil panen di area persawahan Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Senin (29/12).
KUALITAS MENURUN: Petani jeruk sedang menimbang hasil panen di area persawahan Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Senin (29/12).

RADARBANYUWANGI.ID – Kualitas dan produktivitas tanaman jeruk di Banyuwangi merosot.

Dahulu, pohon jeruk sanggup berbuah hingga enam tahun lebih, namun belakangan tanaman berumur empat tahun sudah mulai rusak.

Tidak hanya itu, kualitas buah yang dihasilkan juga menurun. Faktor-faktor tersebut memantik kenaikan harga jeruk di tingkat petani.

Salah satu petani jeruk, Irfan Efendi, 35, warga Desa Tempurejo, Kecamatan Bangorejo, mengatakan bahwa kualitas tanaman yang menurun sangat berimbas pada hasil panen.

Ia menyebut, dari seluruh hasil dipanen, buah kualitas super atau grade A hanya sekitar 15 sampai 20 persen.

“Misalnya panen satu kuintal, jeruk kualitas super paling cuma 20 persen atau 20 kilogram (kg). Sisanya masuk kategori B dan C. Buah berukuran kecil, apalagi yang rusak, harganya jauh di bawah buah jeruk kualitas super,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, penurunan kualitas tanaman dan buah jeruk tersebut disebabkan kondisi tanah yang sudah tidak subur.

“Seharusnya, setelah masa produksi jeruk berlalu, lahan ditanami tanaman lain seperti padi dan sebagainya,” tuturnya.

Salah satu pedagang, Sugik, 53, warga Desa/Kecamatan Bangorejo, membenarkan dirinya cukup kesulitan mendapat dagangan jeruk kualitas super dari petani.

Selain jeruk berukuran relatif kecil, ia menyebut, banyak petani yang memilih menjual jeruk dalam kondisi belum matang sempurna.

“Karena jika menunggu jeruk matang sempurna, petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perawatan.  Jadi, rata-rata petani menjual jeruk kualitas B dan C,” katanya.

Sugik menyebut, harga jeruk kualitas B dan C di tingkat petani masing-masing sebesar Rp 10 ribu dan Rp 8 ribu per kilogram (kg). Sedangkan harga jeruk kualitas A mencapai Rp 12 ribu atau lebih per kg.

“Harga yang cukup mahal ini sudah berlangsung sekitar satu bulan. Padahal dulu, ketika masih mudah mencari jeruk kualitas A, harganya hanya Rp 8 ribu per kg,” pungkasnya. (why/sgt)

 

 

Editor : Ali Sodiqin
#jeruk #bangorejo #banyuwangi