Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Peni Prayekti, Ibu Rumah Tangga Banjarnegara Sukses Bangun Ekonomi Desa Lewat BRILink Agen

Ali Sodiqin • Jumat, 26 Desember 2025 | 15:37 WIB

Dari desa pegunungan Banjarnegara, Peni Prayekti sukses menjadi BRILink Agen, memberdayakan warga dan memperluas akses keuangan desa.
Dari desa pegunungan Banjarnegara, Peni Prayekti sukses menjadi BRILink Agen, memberdayakan warga dan memperluas akses keuangan desa.

RADARBANYUWANGI.ID - Berawal dari dataran tinggi Batur, Kabupaten Banjarnegara, kisah Peni Prayekti menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi.

Ibu rumah tangga asal Dusun Sidomulyo itu kini berperan penting menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat desa melalui BRILink Agen, sekaligus mengangkat perekonomian keluarganya.

Peni memulai perjalanan sebagai mitra BRILink Agen pada 24 Mei 2021. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pedagang baju kecil-kecilan yang menjalankan usahanya dari rumah.

Dalam keseharian, Peni kerap melakukan pembayaran pembelian barang dagangan secara daring melalui minimarket terdekat. Dari kebiasaan itulah muncul keinginan untuk mencoba peluang baru.

“Saya berpikir, kalau transaksi bisa dilakukan dari rumah, kenapa tidak sekalian membuka layanan untuk warga sekitar,” kenang Peni.

Keputusan bergabung sebagai BRILink Agen semakin mantap setelah ia mendapatkan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp25 juta.

Modal tersebut dimanfaatkannya untuk mengembangkan usaha sekaligus menyediakan berbagai layanan transaksi keuangan bagi warga.

“Iya saya kan seorang ibu rumah tangga, saya mencari peruntungan sebuah bisnis yang mungkin saja tidak perlu meninggalkan anak-anak saya. Dan ternyata rezekinya di sini. Jadi saya bisa membiayai semua kebutuhan keluarga sambil mengurus anak. Alhamdulillah,” ucapnya.

Perlahan namun pasti, usaha yang kini dikenal dengan nama Penibrilink itu berkembang. Setelah tiga tahun menjadi BRILink Agen, Peni merasakan dampak nyata bagi perekonomian keluarganya.

Ia mengaku kini mampu menyekolahkan anak-anaknya dengan lebih baik, sebuah pencapaian yang sebelumnya terasa sulit diraih.

Namun, keberhasilan tersebut tidak membuatnya berpuas diri. Seiring meningkatnya jumlah transaksi harian, Peni menyadari bahwa usahanya tidak bisa dijalankan seorang diri. Ia pun melibatkan warga sekitar untuk membantu operasional.

Hingga kini, Penibrilink telah mempekerjakan empat orang karyawan dari lingkungan sekitar. Keberadaan usaha ini tidak hanya memberikan penghasilan tambahan bagi Peni, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di desa.

“Alhamdulillah saya sudah bisa merekrut empat karyawan. Dengan adanya Penibrilink sangat memudahkan warga sekitar untuk melakukan transaksi keuangan tanpa harus jauh-jauh ke kantor BRI,” ujarnya.

Manfaat Penibrilink juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha di desa tersebut. Mayoritas warga bekerja sebagai pedagang dan petani sayuran.

Mereka memanfaatkan layanan setor tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari.

“Sebagian besar masyarakat di sini pedagang dan petani. Mereka sering setor tunai, transfer, dan bayar tagihan. Utamanya petani kentang, cabai, wortel, sampai kol. Mereka bilang usahanya berkembang karena transaksi jadi lancar,” tutur Peni.

Kisah Peni mencerminkan dampak nyata kehadiran BRILink Agen sebagai perpanjangan tangan layanan keuangan hingga ke pelosok desa.

Program ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi mitra, tetapi juga membuka akses layanan keuangan yang lebih merata bagi masyarakat.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut keberadaan BRILink Agen telah menciptakan ekosistem sharing economy di tengah masyarakat.

Melalui jaringan tersebut, BRI berupaya menjangkau lapisan masyarakat yang sebelumnya sulit tersentuh layanan perbankan konvensional.

“Melalui jaringan BRILink Agen, BRI mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal sekaligus memperluas inklusi keuangan,” ujarnya.

Akhmad menambahkan, hingga akhir November 2025, BRI telah memiliki sekitar 1,2 juta BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan ini menjangkau 66.587 desa atau lebih dari 80 persen total desa di Tanah Air.

“Melalui model kemitraan ini, BRILink Agen telah memfasilitasi sekitar satu miliar transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.592 triliun,” jelasnya.

Dari Banjarnegara, kisah Peni Prayekti menjadi potret bagaimana akses keuangan yang inklusif mampu menggerakkan roda ekonomi desa, sekaligus membuka jalan kemandirian bagi keluarga dan masyarakat sekitar. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#BRILink Agent #inklusi keuangan #banjarnegara #layanan keuangan #BRILink