Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Emas Dunia Tembus USD4.500 per Ons, Ketegangan AS–Venezuela Picu Perburuan Safe Haven

Ali Sodiqin • Rabu, 24 Desember 2025 | 16:29 WIB

Ilustrasi pergerakan harga emas.
Ilustrasi pergerakan harga emas.

RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas dunia melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu (24/12/2025) WIB.

Logam mulia tersebut menembus level USD4.500 per ons, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang mendorong investor memburu aset aman (safe haven).

Mengutip Yahoo Finance, harga emas berjangka tercatat naik 1,1 persen menjadi USD4.519,30 per ons.

Sementara itu, harga emas spot menguat 1,6 persen ke level USD4.482,54 per ons, setelah sempat menyentuh rekor intraday di USD4.497,55 per ons.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Rabu 24 Desember 2025 Naik Serentak! Antam, UBS dan Galeri24 Melonjak Tajam di Pegadaian

Kepala analis pasar di KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan eskalasi ketegangan antara AS dan Venezuela membuat emas kembali menjadi fokus utama investor global sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.

“Ketegangan AS–Venezuela menjaga emas tetap diminati sebagai aset perlindungan. Kenaikan harga emas minggu ini merupakan bagian dari reposisi yang lebih luas di pasar, terutama karena suku bunga AS diperkirakan akan turun lebih lanjut,” ujar Waterer.

Ia menambahkan, investor masih memandang logam mulia sebagai cara efektif untuk mendiversifikasi portofolio sekaligus mempertahankan nilai kekayaan di tengah kondisi global yang tidak menentu.

“Saya rasa kita belum mencapai titik tertinggi untuk emas maupun perak,” tegasnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Kuliah Gratis dan Ikatan Dinas 2025, Referensi Penting Lulusan SMA/SMK

Lonjakan harga emas juga dipicu oleh kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump, yang pekan lalu mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang dikenai sanksi.

Kebijakan tersebut memperkeruh hubungan kedua negara dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas geopolitik di kawasan Amerika Latin.

Selain itu, pasar juga merespons kabar bahwa Trump berpotensi menunjuk Ketua Federal Reserve (The Fed) baru pada awal Januari.

Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa kebijakan moneter AS akan lebih longgar. Saat ini, pasar memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga pada tahun depan.

Sepanjang tahun 2025, harga emas tercatat telah melonjak lebih dari 70 persen.

Baca Juga: Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Difungsionalkan Saat Nataru 2025–2026, Pangkas Waktu Tempuh ke Ujung Timur Pulau Jawa

Kenaikan signifikan ini dipicu oleh kombinasi ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, serta perubahan arah kebijakan moneter di sejumlah negara utama.

Pada perdagangan Selasa (23/12), harga emas bertahan di sekitar level USD4.500 per ons, didukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan berlanjutnya ketegangan geopolitik global yang mendorong reli harga ke serangkaian rekor tertinggi.

Daya tarik emas juga diperkuat oleh meningkatnya minat dari dana investasi dalam beberapa tahun terakhir.

Aliran dana ke instrumen berbasis emas menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pergerakan harga.

Selain itu, sentimen pasar yang dipengaruhi oleh dinamika global, perkembangan geopolitik, dan rilis data ekonomi turut meningkatkan aktivitas spekulatif di pasar emas.

Baca Juga: Greenland Jadi Rebutan Geopolitik, Denmark Tolak Klaim Amerika Serikat

Emas juga tetap diminati sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar mata uang. Secara historis, pergerakan harga emas cenderung berlawanan arah dengan dolar AS.

Pelemahan dolar membuat emas berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan global.

Ketegangan perdagangan internasional turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Kebijakan tarif dan sanksi ekonomi telah memicu perang dagang global, mengguncang pasar mata uang, serta meningkatkan kekhawatiran akan lonjakan inflasi di Amerika Serikat.

Di sisi lain, arah kebijakan bank sentral global juga berpengaruh besar terhadap pergerakan harga emas.

Baca Juga: BRI Siaga Nataru 2025–2026, Perkuat Layanan Digital hingga BRILink Layani Lonjakan Transaksi

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga membuat logam mulia semakin menarik bagi investor.

Permintaan dari bank sentral dunia juga tetap kuat. Banyak bank sentral terus menambah cadangan emas mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global.

World Gold Council, dalam survei tahunannya, menyebutkan bahwa semakin banyak bank sentral berencana menambah cadangan emas dalam satu tahun ke depan, meskipun harga logam mulia saat ini berada di level tinggi.

Kondisi ini diperkirakan akan terus menjadi faktor penopang harga emas dalam jangka menengah hingga panjang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#harga emas dunia #harga emas hari ini #venezuela #as #safe haven #the fed