RADARBANYUWANGI.ID - Pemkab Banyuwangi menyiapkan benih padi kapasitas 100 hektare kepada petani di Kecamatan Muncar, Kamis (18/13).
Pemberian bibit padi tersebut salah satu upaya Pemkab membantu petani yang terdampak banjir di Desa Kedungrejo dan Kedungringin.
Selain benih padi, pupuk hayati jenis Sinar Bio juga turut diberikan kepada petani, khususnya yang lahannya terdampak banjir. Untuk panen, dibantu dengan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) setempat.
Diberitakan sebelumnya, beberapa hektare lahan pertanian di Kecamatan Muncar sempat terendam banjir. Beberapa tanaman padi siap panen ambruk.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadispertan) Banyuwangi Ilham Juanda mengatakan, penyaluran bantuan pertanian merupakan salah satu langkah Pemkab dalam menangani petani terdampak bencana banjir di Kecamatan Muncar.
Upaya yang dilakukan yaitu, pemberian benih padi, pupuk, pestisida, hingga penyediaan Alsintan.
Benih padi yang diberikan untuk lahan seluas 100 hektare atau 5 ton benih padi Varietas Inpari 32 yang diutamakan pada petani yang terdampak banjir.
"Benih ini akan digunakan petani saat musim tanam mendatang, kami serahkan ke petani dan diutamakan yang lahannya terdampak banjir," katanya.
Sedangkan padi yang ambruk, lanjut dia, masih bisa diselamatkan. Harga jual padi yang terkena banjir itu masih di atas harga pokok produksi (HPP) gabah, yaitu di atas Rp 6.500 per kilogram (kg).
Ilham berharap, ke depan petani memperkuat gotong royong dan kesolidan kelompok tani, elemen masyarakat, serta pemerintah desa.
Sehingga pembangunan dan produksi pertanian dapat terkoordinasikan dengan optimal pelaksanaannya.
"Untuk meningkatkan pembangunan dan produksi pertanian perlu adanya petani bisa memperkuat antar kelompok serta elemen masyarakat," tuturnya.
Salah satu petani, Hasan Basri mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian Pemkab terhadap petani yang terdampak bencana. "Terima kasih atas bantuan dan kepedulian Pemkab," ujarnya. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin