Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

RUPSLB BRI Sahkan Perubahan Anggaran Dasar, Delegasi RKAP 2026, dan Susunan Pengurus Baru: Ini Nama-namanya

Ali Sodiqin • Kamis, 18 Desember 2025 | 17:18 WIB
BRI gelar RUPSLB 17 Desember 2025, setujui perubahan anggaran dasar, delegasi RKAP 2026, dan perubahan susunan komisaris serta direksi.
BRI gelar RUPSLB 17 Desember 2025, setujui perubahan anggaran dasar, delegasi RKAP 2026, dan perubahan susunan komisaris serta direksi.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan dinamika korporasi yang kuat di penghujung tahun.

Perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 17 Desember 2025, di Kantor Pusat BRI Jakarta.

Rapat yang dihadiri jajaran Dewan Komisaris dan Direksi itu menghasilkan tiga keputusan besar yang akan menjadi fondasi langkah BRI memasuki tahun 2026.

Tiga agenda utama yang disetujui dalam RUPSLB tersebut mencakup perubahan Anggaran Dasar Perseroan, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, serta perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Perubahan Anggaran Dasar Sesuai Peraturan Baru

Pada agenda pertama, RUPSLB menyetujui perubahan Anggaran Dasar sebagai langkah penyesuaian terhadap regulasi yang berlaku.

Pembaruan ini menyesuaikan Anggaran Dasar Perseroan dengan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025.

Poin krusial dalam perubahan tersebut menyangkut hak istimewa atas Saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia.

Selain itu, perubahan Anggaran Dasar juga menyesuaikan ketentuan dan aturan terkait Peraturan OJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Melalui perubahan tersebut, BRI menegaskan komitmen tata kelola perusahaan yang kuat dan sejalan dengan kebutuhan industri keuangan modern.

Delegasi RKAP 2026 kepada Komisaris

Agenda kedua menyetujui pendelegasian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui RKAP Perseroan Tahun 2026.

Pendelegasian dilakukan dengan ketentuan bahwa Dewan Komisaris terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak sebelum RKAP disahkan.

Kebijakan ini diharap menjadi strategi efektif dalam efisiensi proses pengambilan keputusan, sekaligus mempermudah penyelesaian RKAP dalam dinamika tahun ekonomi mendatang.

Perubahan Susunan Pengurus Perseroan

Agenda ketiga RUPSLB menyetujui perubahan susunan pengurus sehingga struktur Direksi dan Komisaris BRI kini diperbarui.

Setidaknya terdapat beberapa posisi strategis yang mengalami rotasi dan penetapan baru untuk memperkuat manajemen bisnis BRI ke depan.


Dewan Komisaris

Keterangan: Anggota Dewan Komisaris yang diangkat baru dapat melaksanakan tugas setelah mendapat persetujuan OJK dan memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Direksi

*) Anggota Direksi yang diangkat baru dapat melaksanakan tugas setelah mendapat persetujuan OJK dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Susunan Komisaris dan Direksi yang diperbarui tersebut akan mulai menjalankan tugas setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kinerja BRI Tetap Solid di 2025

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan kegiatan RUPSLB ini merupakan bagian dari penguatan struktur bisnis BRI menjelang tahun anggaran berikutnya.

Ia menyebut Perusahaan terus menjaga fundamental bisnis dengan pertumbuhan positif dan risiko yang terkelola dengan baik.

"Kinerja BRI menunjukkan tren positif menuju capaian akhir tahun yang solid dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi global dan domestik. Kami terus memastikan kualitas aset berada pada level terjaga," ujar Hery.

Hingga Triwulan III 2025, BRI mencatatkan aset konsolidasian naik menjadi Rp2.123 triliun. Pertumbuhan ini ditopang peningkatan kredit dan pembiayaan yang tumbuh sebesar 6,26% secara tahunan (yoy).

Di sektor pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan menjadi Rp1.475 triliun atau melesat 8,25% yoy.

Peningkatan terbesar berasal dari dana murah (CASA) yang menyumbang 67,7% dari total DPK, sehingga mendukung efisiensi biaya dana.

Aset Berkualitas, Risiko Terjaga

Kualitas aset perseroan tetap terkendali. BRI mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) pada level 3,1% dengan NPL Coverage 183,1%.

Angka ini menunjukkan kemampuan mitigasi risiko kredit yang solid di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Dari sisi profitabilitas, perseroan menorehkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp41,23 triliun. Pencapaian itu ditopang Return on Asset (ROA) sebesar 2,7% dan Return on Equity (ROE) 17,0%.

Kekuatan permodalan juga menjadi faktor utama. BRI mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4% dan 23,0%.

Kondisi itu memberikan ruang bagi perseroan untuk ekspansi bisnis jangka panjang secara berkelanjutan.

BRI Optimistis Hadapi 2026

Dengan struktur organisasi yang diperbarui dan strategi bisnis yang terarah, BRI optimistis memasuki 2026 dengan proyeksi pertumbuhan yang lebih agresif namun tetap terkendali.

Langkah pembaruan pengurus melalui RUPSLB ini menjadi sinyal kuat kesiapan BRI menghadapi tantangan ekonomi global di tahun mendatang, sekaligus menjaga posisinya sebagai bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan portofolio pembiayaan.

Dengan fondasi bisnis kuat, tata kelola perusahaan berkualitas, serta dukungan pemegang saham, BRI menjadikan tahun 2026 sebagai momentum untuk melangkah semakin kokoh dalam persaingan industri keuangan nasional maupun internasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bri #rapat umum pemegang saham luar biasa #pemegang saham #pengurus baru #bbri #RUPSLB BRI