RADARBANYUWANGI.ID - Upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Banyuwangi menunjukkan hasil signifikan sepanjang 2025.
Jumlah kasus PMK tercatat hanya 156 ekor, turun drastis dibanding 426 kasus pada 2024.
Penurunan kasus ini sejalan dengan percepatan vaksinasi dan penguatan pengawasan kesehatan hewan di seluruh wilayah Banyuwangi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi Ilham Juanda mengatakan, PMK masih menjadi salah satu penyakit hewan menular strategis yang mendapat perhatian serius.
Namun, kerja keras petugas kesehatan hewan serta kesadaran peternak membuat kondisi jauh lebih terkendali dibanding dua tahun sebelumnya.
“Penurunan kasus ini menunjukkan bahwa Banyuwangi berada di jalur yang tepat dalam penanganan PMK. Peternak semakin sigap melapor, dan petugas kesehatan hewan bergerak cepat melakukan tindakan,” ujar Ilham.
Vaksinasi tembus 79 ribu ekor hingga akhir tahun. Total 79.209 ekor ternak telah divaksin.
Rinciannya, 26.953 ekor sapi, 23.727 ekor kambing, 28.414 ekor domba, serta 115 ekor kerbau. Vaksinasi ini mencakup dosis pertama maupun vaksinasi ulangan.
Pada 2025, Banyuwangi menerima 2.695 botol vaksin dari pemerintah pusat dan provinsi, yang telah diaplikasikan kepada 77.185 ekor ternak.
“Kami terus mengejar percepatan vaksinasi agar kekebalan ternak merata. Ini langkah paling efektif untuk melindungi populasi ternak dari PMK,” tegas Ilham.
PMK mulai muncul di Jawa Timur dan Banyuwangi pada 2022 dan sempat ditetapkan sebagai wabah serta bencana non-alam.
Sejak itu berbagai upaya dilakukan, mulai dari pengobatan, karantina, hingga pengetatan lalu lintas ternak.
Seluruh hewan yang terjangkit PMK tahun ini dilaporkan dapat sembuh setelah mendapat penanganan.
Selain vaksinasi, sosialisasi ke peternak mengenai biosecurity terus digencarkan. Pengawasan lalu lintas ternak diperketat untuk mencegah penyebaran kasus baru.
Populasi sapi Banyuwangi saat ini mencapai 82.415 ekor, dengan produksi daging rata-rata 210 ton per bulan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor peternakan tetap stabil meski sebelumnya sempat diterpa wabah PMK.
Ilham menyebut pengalaman menghadapi PMK telah meningkatkan kewaspadaan dan disiplin peternak.
“Wabah yang lalu bukan membuat peternak takut. Justru mereka kini lebih memahami pentingnya kesehatan ternak dan lebih terbuka terhadap vaksinasi,” ujarnya.
Di tengah keberhasilan pengendalian PMK, Banyuwangi melaui dispertan juga menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
Kabupaten ini berhasil meraih Juara 1 Kabupaten dengan kinerja vaksinasi PMK pada ternak domba terbaik se-Jawa Timur. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin