Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stok Telur Banyuwangi Aman Jelang Nataru, Produksi Capai 372 Ton

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Jumat, 5 Desember 2025 | 11:15 WIB
PEMANTAUAN: Dispertan Banyuwangi melakukan monitoring di Peternakan Ayam di Dusun Badolan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, pada Rabu (3/12).
PEMANTAUAN: Dispertan Banyuwangi melakukan monitoring di Peternakan Ayam di Dusun Badolan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, pada Rabu (3/12).

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemkab Banyuwangi memastikan ketersediaan telur ayam ras dalam kondisi aman.

Bahkan, kabupaten ujung timur Pulau Jawa mengalami surplus hingga ratusan ton setiap bulan.

Data terbaru Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi menunjukkan bahwa produksi telur di Bumi Blambangan saat ini jauh melampaui kebutuhan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertan Ilham Juanda menyampaikan bahwa monitoring ketersediaan pangan strategis selalu dilakukan.

Yang terbaru monitoring dilakukan di Dusun Badolan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo pada Rabu (3/12).

Ilham menyebut, Banyuwangi saat ini memiliki 102 usaha ternak ayam ras petelur dengan total populasi 1.474.610 ekor.

Produksi bulanan mencapai 1.858 ton sedangkan kebutuhan masyarakat “hanya” sekitar 813,38 ton per bulan. Artinya masih mencatat surplus sebanyak 372,65 ton.

“Dengan asumsi peningkatan kebutuhan 10 persen menjelang Nataru, Banyuwangi tetap surplus. Pasokan telur sangat mencukupi,” ujarnya.

Dari sisi harga, telur ayam ras juga terpantau stabil. Pada minggu pertama Desember, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp 27.200 hingga Rp 28.300 per kilogram (kg).

Angka ini tidak jauh berbeda dibandingkan November yang berkisar Rp 26.300 sampai Rp 27.600 per kg.

Ilham menambahkan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga sepanjang momentum Nataru. “Kami ingin memastikan distribusi tetap lancar dan harga tetap terkendali,” imbuhnya.

Monitoring ketersediaan pangan akan terus dilaksanakan di beberapa titik hingga memasuki puncak Nataru untuk menjamin keamanan pasokan bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan telur akan terus meningkat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Penguatan program peningkatan produksi dari pemerintah pusat dan daerah juga diperlukan investasi dari pihak swasta. Terutama dalam usaha ternak ayam ras petelur skala menengah yaitu dengan kandang modern dengan populasi 50 ribu sampai 1 juta ekor,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Stok Telur #Nataru #banyuwangi