Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Daftar Harga Pertalite, Pertamax, Dexlite per 1 Desember 2025, Resmi dari Pertamina

Lugas Rumpakaadi • Senin, 1 Desember 2025 | 13:32 WIB
Update lengkap harga BBM Pertamina per 1 Desember 2025.
Update lengkap harga BBM Pertamina per 1 Desember 2025.

RADARBANYUWANGI.ID – PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Senin, 1 Desember 2025.

Kenaikan ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas regulasi sebelumnya terkait formula perhitungan harga dasar BBM.

Penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS).

Meskipun harga minyak global pada November 2025 menunjukkan pelemahan, Pertamina tetap menetapkan kenaikan pada beberapa produk nonsubsidi.

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 1 Desember 2025

Berikut rincian harga BBM nonsubsidi untuk wilayah DKI Jakarta:

Jenis BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan harga.

Tren Harga Minyak Dunia: Mengalami Pelemahan pada November 2025

Secara global, harga minyak mentah dunia pada November 2025 justru bergerak melemah.

Data Refinitiv menunjukkan:

Pelemahan ini didorong oleh beberapa faktor:

Secara teoritis, kondisi minyak dunia yang melemah semestinya memberi ruang bagi penurunan harga BBM nonsubsidi.

Nilai Tukar Rupiah Menguat, Tekanan Harga Impor Menurun

Pada periode yang sama, rupiah justru menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar AS.

Sepanjang November 2025, rupiah menguat 0,15% dengan rentang pergerakan Rp16.610–Rp16.763 per dolar AS.

Penguatan rupiah seharusnya dapat menekan biaya impor minyak dan produk BBM, mengingat komponen impor masih mendominasi struktur biaya energi nasional.

Mengapa Harga BBM Tetap Naik?

Meski dua variabel utama, harga minyak global dan nilai tukar rupiah, bergerak ke arah yang mendukung penurunan harga, terdapat sejumlah potensi penyebab tetap terjadinya kenaikan:

Formula penetapan harga menggunakan rata-rata dua bulan (Oktober–November 2025)

Angka ini memang lebih rendah dari periode sebelumnya, tetapi penyesuaian harga dapat mengikuti tren biaya distribusi dan operasional.

Kondisi pasar energi yang fluktuatif

Pertamina dapat mempertimbangkan stabilitas pasokan dan risiko pergerakan harga mendatang.

Penyesuaian berkala

Beberapa produk nonsubsidi mengalami dinamika harga yang tidak selalu sejalan dengan tren minyak global harian.

Perkembangan Harga BBM Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, harga BBM nonsubsidi mengalami pola yang dinamis.

Kenaikan terjadi pada Januari–Februari, kemudian turun pada Maret hingga Juni.

Harga kembali bergerak naik pada Juli, turun pada Agustus–September, dan kembali naik pada Oktober dan November.

Dengan kondisi minyak dunia yang melemah pada November serta rupiah yang menguat, potensi penurunan harga pada awal Desember sempat menguat.

Namun, keputusan resmi Pertamina menunjukkan adanya kenaikan pada beberapa produk nonsubsidi.

Pertamina menetapkan kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Desember 2025, meski tren minyak global dan nilai tukar rupiah sebenarnya memberi ruang penurunan.

Penetapan harga mengacu pada regulasi resmi dan formula perhitungan yang melibatkan rata-rata harga dalam dua bulan terakhir, sehingga faktor teknis ini menjadi dasar utama penyesuaian.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi dari Pertamina karena dinamika harga energi sangat dipengaruhi kondisi pasar internasional dan pergerakan nilai tukar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pertamina #tren #desember #bbm #harga