RADARBANYUWANGI.ID - Proyek perbaikan saluran tersier Dam Bajulmati berimbas pada aktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Tidak adanya supali air dari DAM Bajulmati membuat petani di empat desa mulai menjerit akibat tak bisa melakukan proses tanam.
Proyek yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sejak awal Oktober itu sengaja dilakukan untuk memperlancar pasokan air ke lahan pertanian.
Namun dampak penutupanya membuat aliran tersier ke area pertanian di empat desa seperti Desa Sidodadi, Bimorejo, Sumberkencono, dan Bajulmati menjadi terhenti.
Kondisi itu membuat petani di area terdampak merugi hingga miliaran rupiah.
Kepala Desa Sidodadi Shidiq Wibisono mengatakan, dampak paling besar dirasakan petani di sisi timur desa tersebut. Tepatnya di lahan pertanian dengan luas nyaris 100 hektare.
“Banyak petani mengeluh soal pengairan. Mereka terpaksa mencari alternatif, termasuk mengebor tanah untuk mencukupi kebutuhan air,” ujarnya.
Shidiq menambahkan, total ada sekitar 200 hektare lahan di wilayahnya yang merupakan area pertanian dengan komoditas utama tanaman jagung dan padi.
Ia mengaku separo petani terpaksa mengakhiri musim tanam lebih awal karena khawatir tidak mendapat pasokan air yang cukup.
“Sebenarnya sudah tertolong adanya hujan, tapi kan tidak bisa dipastikan juga karena saluran air yang utama tidak mengalir,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Maemun, salah satu petani di Desa Bajulmati.
Sejak adanya perbaikan Dam Bajulmati, petani yang memiliki lahan seluas 3,5 hektare itu mengaku aktivitas tanam praktis berhenti.
“Di Desa Bajulmati sangat sulit air. Karena pasokan air dari Dam Bajulmati terhenti, maka lahan terpaksa kami biarkan sampai musim tanam selanjutnya,” katanya.
Maemun mengungkapkan, bukan hanya petani yang dirugikan akibat penutupan Dam Bajulmati.Lebih dari itu, para buruh tani juga sangat terdampak lantaran mereka tidak bekerja.
“Banyak pekerja saya yang akhirnya tidak bisa bekerja. Informasinya perbaikan dam sampai akhir Desember. Berarti semakin lama para buruh tani tidak bisa bekerja," tandasnya. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin