RADARBANYUWANGI.ID - Bank BTN kembali menggaungkan Program Kredit Perumahan Padat (KPP) sebagai salah satu motor penggerak sektor properti di daerah.
BTN Kantor Cabang Banyuwangi merampungkan akad kredit KPP bersama empat pengembang, PT Mirota Rahardjo Propertindo, PT Srikandi Blambangan, PT Omah Katon Asri, dan PT Hexa Arkana Zenda, pada Sabtu (22/11/2025) di Kantor BTN Banyuwangi.
Branch Manager BTN Banyuwangi, Ginanjar Fahmi Pratama, menegaskan bahwa realisasi akad kredit ini menjadi bukti komitmen BTN sebagai bank penyalur program pemerintah.
Menurutnya, KPP merupakan wujud dukungan nyata BTN dalam menyukseskan target pembangunan 3 juta rumah nasional.
Melalui KPP sisi supply, pengembang dan mitra usaha akan terbantu karena memperoleh pembiayaan bersubsidi dari pemerintah.
“Dengan suku bunga hanya 5,99 persen, kami berharap bisnis pengembang semakin meningkat dan geliat properti di Banyuwangi kembali bangkit dengan hadirnya banyak perumahan baru yang layak,” ujarnya.
Selain menyasar pengembang, KPP juga diperuntukkan bagi konsumen di sisi demand, khususnya pelaku usaha atau wirausaha.
Skema ini dapat dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi rumah.
“Dengan bunga menarik sebesar 6 persen, kami berharap penyerapan kredit oleh masyarakat semakin tinggi. BTN siap menyalurkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Ginanjar.
Ketua REI Banyuwangi, Rindar Suhardiansyah, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.
Ia menyebut KPP sebagai kebijakan strategis pemerintah karena subsidi bunga yang diberikan mampu menjadi stimulus signifikan bagi industri properti.
“Program KPP ini ibarat mata panah yang diluncurkan pemerintah untuk mendorong perekonomian, khususnya sektor properti. Bunga hanya 5,9 persen membuat akses permodalan pengembang semakin kuat,” ujar pengurus Kadin Banyuwangi tersebut.
Pemilik PT Mirota Rahardjo Propertindo itu menjelaskan bahwa rendahnya cost of fund membantu pengembang menekan Harga Pokok Produksi (HPP), sehingga berdampak pada harga jual rumah yang lebih terjangkau.
“Jika cost of fund turun, HPP ikut turun. Dengan begitu, harga rumah diharapkan semakin terjangkau, terlebih backlog perumahan masih tinggi,” tuturnya.
Rindar optimistis bahwa KPP dapat mengembalikan sektor properti ke masa keemasan karena efek domino yang ditimbulkan sangat luas.
“Sektor properti adalah lokomotif. Ketika bergerak, ia menarik sektor elektronik, bangunan, profesi arsitek, sipil, dan lainnya. Kami berharap geliat positif ini menjadi pemantik pemulihan ekonomi daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Srikandi Blambangan, Marifatul Kamila, menilai bahwa program KPP sangat membantu pengembang meningkatkan penjualan properti sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Menurutnya, keunggulan KPP mencakup peningkatan penjualan, perluasan akses pembiayaan, penurunan biaya bunga, serta peningkatan likuiditas bagi pengembang.
Editor : Lugas Rumpakaadi