RADARBANYUWANGI.ID - Seiring pertumbuhan sektor bisnis di Banyuwangi, konsumsi listrik di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ikut terkerek.
Pada tahun ini konsumsi listrik di Bumi Blambangan naik sebesar 4,99 persen dibanding 2024.
Pertumbuhan konsumsi listrik paling tinggi di sektor bisnis serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Konsumsi listrik Banyuwangi terus tumbuh seiring dengan pergerakan ekonomi daerah, terutama dari sektor bisnis dan UMKM,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani.
Ipuk menjelaskan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Manager PLN UP 3 Banyuwangi Ediwan beserta jajaran pada 12 November 2025 lalu.
Ediwan datang untuk melaporkan berbagai progress dan program yang dikerjakan oleh PLN Banyuwangi.
“Kami berterima kasih kepada PLN yang terus mendukung pemenuhan energi listrik bagi masyarakat dan juga pelaku usaha daerah,” tambah Ipuk.
Sementara Manager PLN UP 3 Banyuwangi Ediwan mengatakan, konsumsi listrik di Banyuwangi tumbuh sebesar 4,99 persen pada tahun 2025 dibandingkan 2024.
Konsumsi listrik Banyuwangi pada Oktober 2024 sebesar 1.048.013.547, 07 kWh, meningkat menjadi sebesar 1.100.269.866, 50 kWh pada Oktober 2025.
“Peningkatan konsumsi listrik ini menandakan ekonomi daerah yang terus mengalami pertumbuhan,” ujarnya.
Ediwan melanjutkan, pertumbuhan konsumsi listrik pada tahun 2025 disumbang oleh pertumbuhan konsumsi energi listrik di semua sektor, baik bisnis dan UMKM, industri, serta rumah tangga.
“Pertumbuhan paling tinggi ada pada bisnis dan UMKM dengan pertumbuhan sebesar 9,88 persen, disusul industri 4,43 persen dan rumah tangga 3,60 persen,” bebernya.
Ediwan mengatakan, PLN Banyuwangi mendukung perkembangan ekonomi daerah dengan menyediakan infrastruktur energi listrik.
Saat ini PLN juga tengah menyiapkan infrastruktur untuk sejumlah industri dan bisnis yang telah maupun akan berjalan.
“Di antaranya untuk industri kereta api dan tempat pengolahan sampah berkapasitas besar atau TPS 3R baru yang saat ini tengah dalam proses pembangunan,” jelasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin