RADARBANYUWANGI.ID - Upaya peningkatan produktivitas dan kualitas bahan baku gula aren di wilayah Banyuwangi Utara terus dilakukan.
Pertengahan bulan Desember nanti, PTPN I Regional 5 melakukan peremajaan tanaman kelapa di Afdeling Kampe, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo di lahan seluas 50 hektare.
Lahan tersebut akan kembali ditanami varietas kelapa genjah. Selama ini kawasan tersebut memang dimanfaatkan untuk memproduksi air nira dari kelapa sebagai bahan baku gula aren.
Setelah tanaman lama ditebang, lubang-lubang untuk tanaman baru dipersiapkan.
Pemandangan ini pun tampak terlihat jelas saat melintasi jalan raya Banyuwangi-Situbondo di area Desa Bangsring.
Asisten PTPN I Afdeling Kampe Karyadi mengatakan, proses regenerasi tanaman dilakukan karena sebagian besar kelapa yang tumbuh di kawasan tersebut sudah cukup tua.
Sebelumnya kawasan tersebut memang berisi pohon kelapa yang sudah ditanam sejak tahun 1978.
”Kelapa yang sebelumnya itu ditanam pada 1978, jadi sudah 47 tahun usianya. Secara alami produksi niranya menurun,” ujarnya.
Dia menambahkan, selama puluhan tahun pohon kelapa di Bangsring menjadi salah satu sumber utama bahan baku produksi gula merah di Banyuwangi.
Penurunan produktivitas pohon otomatis berdampak pada hasil olahan warganya.
Untuk itu, PTPN I menyiapkan langkah regenerasi menyeluruh dengan menanam varietas kelapa merah Bali dan kelapa Entog Kebumen.
Keduanya merupakan jenis kelapa genjah yang terkenal stabil dalam produksi nira dan sangat ideal untuk industri gula aren.
Karyadi berharap varietas baru ini juga memiliki produktivitas lebih tinggi ke depan karena berasal dari bibit yang baik dan bersertifikasi.
“Jenis genjah ini cepat panen, sekitar tiga tahun sudah mengeluarkan nira. Masa produktifnya panjang, bisa mencapai 25 tahun,” jelasnya.
Penanaman dijadwalkan mulai pertengahan Desember. Sebelumnya lahan tersebut bisa menghasilkan gula aren sampai 1,9 ton per hektare per tahun.
Dia Karyadi berharap ke depan hasil dari regenerasi ini bisa meningkatkan kualitas gula aren yang ada di wilayah Bangsring.
”Regenerasi ini penting untuk memastikan produksi gula aren tetap hidup. Kalau bahan bakunya semakin baik, hasil produksinya juga akan meningkat,” tandasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin