RADARBANYUWANGI.ID – Destinasi pariwisata di wilayah Banyuwangi Utara semakin bermunculan.
Selasa (18/11), rumah apung untuk spot mancing yang diinisiasi Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi itu berdiri di Pantai Bimo Wonderful, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo.
Tak tanggung-tanggung, tempat wisata bahari itu diresmikan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Hadir juga Danlanal Letkol Laut (P) M. Puji Santoso, dan Kapolresta Kombespol Rama Samtama Putra.
Tak hanya rumah apung, kemarin Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur juga memberikan bantuan berupa 32 fish apartment yang dipasang di zona sekitar spot mancing.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, keberadaan spot fishing center memberikan ruang bagi penghobi mancing untuk beraktivitas secara nyaman di Pantai Bimo.
Selain itu, dengan tambahan 32 fish appartment juga bisa menambah rumah ikan sekaligus media tumbuh bagi terumbu karang.
“Spot fishing center di Pantai Bimorejo ini bisa menjadi tempat baru bagi para penghobi mancing untuk melakukan aktivitas di sini,” ujarnya.
Untuk menjaga kelestarian kawasan, ada aturan khusus bagi pemancing. Ipuk meminta agar kegiatan memancing di area ini mengikuti standar yang disepakati kelompok sadar wisata (pokdarwis).
“Ke depan akan ada fasilitas memancing yang lengkap. Tapi tetap ada aturannya. Memancing tidak boleh menggunakan jala. Kita tidak ingin ada eksploitasi besar-besaran. Harus ada regulasi sesuai pokdarwis,” tegas Ipuk.
Ipuk optimistis spot fishing center akan menjadi destinasi baru untuk para pemancing, pegiat konservasi, serta wisatawan. Mereka bisa berwisata sambil belajar tentang ekosistem laut di Pantai Bimo.
“Ini juga menjadi konsep edutourism. Dampaknya bukan hanya untuk warga sekitar, tapi memberi opsi wisata baru di Banyuwangi Utara,” imbuhnya
Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) M. Puji Santoso menambahkan, sejak awal TNI AL mendukung pengembangan spot fishing center di Pantai Bimo.
Menurutnya, kondisi arus laut di Pantai Bimo sangat mendukung kegiatan perikanan dan wisata memancing.
“Pertama kali datang, kami melihat arus di wilayah ini lebih tenang dibandingkan wilayah selatan. Ini sangat cocok untuk area fishing,” ujarnya.
Alumnus SMAN 1 Genteng itu mengatakan, Lanal terlibat aktif selama lima bulan terakhir untuk mendorong lahirnya spot fishing center bersama pokdarwis setempat.
Upaya itu selaras dengan salah satu fungsi TNI AL sebagaimana diamanatkan undang-undang, yaitu pemberdayaan wilayah pesisir dan konservasi maritim.
“Ini bagian dari fungsi kami dalam memberdayakan pertahanan laut, konservasi, dan pemberdayaan desa pesisir. Inilah yang kami jalankan,” tegasnya.
Ketua Pokdarwis Pantai Bimo Wonderful Zainullah mengatakan, konsep wisata memancing di Bimorejo sudah disiapkan secara profesional. Karena karakter perairannya sangat ideal untuk spot fishing.
“Konsep Bimorejo ini menyediakan paket spot fishing untuk mancing mania. Dari dulu sudah kami branding sebagai spot favorit para pemancing,” ujarnya.
Selain itu, ada beberapa jenis ikan yang menjadi incaran pemancing di kawasan ini cukup beragam dan bernilai tinggi.
Seperti ikan kakap, kerapu, barracuda, hingga marlin yang paling disukai para pemancing.
Di bawah rumah apung yang menjadi ikon Bimorejo, juga telah dipasang rumpon untuk menarik hadirnya ikan-ikan besar tersebut.
“Ada perahu, speedboat, rumah apung, hingga mudala (perahu tradisional). Jadi para pemancing punya banyak pilihan untuk ke sana,” tambahnya.
Zainullah menambahkan, Bimorejo menjadi salah satu spot yang banyak diserbu pemancing dari luar daerah.
Pemancing yang datang biasanya dari Malaysia, Solo, Jakarta, Bandung, Sidoarjo, dan juga dari Banyuwangi Selatan.
“Dari tepi pantai ke rumah apung cukup sewa perahu Rp 20 ribu per orang, dengan biaya memancing di atas rumah apung Rp 10 ribu per jam,” tandasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin