RADARBANYUWANGI.ID - Pasar emas global menutup pekan ini dalam kondisi penuh tekanan.
Momentum bullish yang sempat menguat kini tertekan aksi jual di tengah ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat (AS).
Mengutip Kitco, Sabtu (15/11/2025), harga emas bergerak tanpa arah seiring reaksi investor terhadap dinamika ekonomi terbaru.
Pekan ini, emas gagal mempertahankan level psikologis USD 4.200 per ounce, setelah pasar mulai memperkirakan potensi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang.
Shutdown AS Selesai, Tapi Dampak Belum Berakhir
Pemerintah AS mengakhiri penutupan pemerintahan selama 43 hari, yang kini tercatat sebagai yang terpanjang dalam sejarah.
Namun dampaknya masih dirasakan. Sejumlah data ekonomi, termasuk Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober, belum memiliki kejelasan karena pengumpulan data dilakukan secara manual.
Para ekonom menilai kondisi ini dapat mengacaukan pemodelan ekonomi karena minimnya data valid yang bisa dijadikan acuan.
Di tengah situasi itu, harga emas berhasil naik 2% secara mingguan, namun tetap turun lebih dari 3% dari level tertinggi yang dicapai pada Kamis lalu.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok! UBS dan Galeri24 Kompak Turun, Cek Daftar Terbaru Hari Ini
Harga Emas Spot dan Berjangka Ambles
Mengutip CNBC:
-
Harga emas spot turun 1,82% menjadi USD 4.095,16 per ounce, setelah sempat menyentuh USD 4.211,06 di awal sesi.
-
Emas berjangka AS pengiriman Desember turun 2,2% menjadi USD 4.100,40 per ounce.
-
Sementara itu, harga emas batangan justru menguat 3,7% sepanjang pekan.
Analis menilai reli emas awal pekan terlalu agresif, sehingga koreksi 3% akibat ekspektasi jeda kebijakan The Fed dianggap berlebihan.
Baca Juga: Kylian Mbappe Cedera Pergelangan Kaki! Akankah Sang Superstar Absen di Laga Penting Real Madrid?
The Fed Dinilai Tak Ubah Fundamental Emas
Meski data ekonomi belum lengkap, ada tanda jelas bahwa pasar tenaga kerja AS melambat, sementara inflasi tinggi namun tidak meningkat.
Tekanan politik dari Presiden AS Donald Trump terkait pemangkasan suku bunga semakin kuat. Bahkan jika bank sentral tak bergerak pada Desember, suku bunga diproyeksikan tetap lebih rendah pada 2026.
“Satu pertemuan Federal Reserve saja tidak akan memengaruhi dukungan fundamental jangka panjang emas,” tulis Kitco.
Baca Juga: Alasan Kereta Api Joglosemarkerto Semakin Diminati Pelanggan di Jawa Tengah dan DIY
Harga Emas Perhiasan di Rajaemas – Sabtu, 15 November 2025
Rincian harga per gram:
-
24 Karat (K24*): Rp2.135.000
-
24 Karat (biasa): Rp2.025.000
-
23 Karat: Rp1.745.000
-
22 Karat: Rp1.669.000
-
21 Karat: Rp1.594.000
-
20 Karat: Rp1.518.000
-
19 Karat: Rp1.441.000
-
18 Karat: Rp1.367.000
-
17 Karat: Rp1.290.000
-
16 Karat: Rp1.214.000
-
15 Karat: Rp1.139.000
-
14 Karat: Rp1.063.000
-
13 Karat: Rp986.000
-
12 Karat: Rp912.000
-
11 Karat: Rp835.000
-
10 Karat: Rp759.000
-
9 Karat: Rp684.000
-
8 Karat: Rp608.000
-
7 Karat: Rp531.000
-
6 Karat: Rp457.000
-
5 Karat: Rp380.000
Harga Emas Perhiasan di Lakuemas – Sabtu, 15 November 2025
Harga per gram:
-
24K (99%): Rp2.011.000
-
23K: Rp1.793.000
-
22K: Rp1.719.000
-
21K: Rp1.644.000
-
20K: Rp1.564.000
-
19K: Rp1.484.000
-
18K: Rp1.405.000
-
17K: Rp1.325.000
-
16K: Rp1.245.000
-
15K: Rp1.167.000
-
14K: Rp1.089.000
-
13K: Rp1.011.000
-
12K: Rp931.000
-
11K: Rp852.000
-
10K: Rp774.000
-
9K: Rp694.000