RADARBANYUWANGI.ID – Kabar gembira datang untuk para petani buah naga di Banyuwangi.
Setelah sempat anjlok hingga Rp3.500 per kilogram (kg), harga buah naga kini melonjak hingga Rp8.000 per kg di tingkat petani.
Kenaikan harga ini terjadi bertahap sejak beberapa hari terakhir.
Pemicunya adalah meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Galungan, terutama dari pasar Bali yang menjadi tujuan utama pemasaran buah naga Banyuwangi.
Baca Juga: CILACAP BERDUKA! Tiga Dusun Tertimbun Longsor, 21 Warga Hilang dan Evakuasi Dikebut Sepanjang Malam
Permintaan Naik, Petani Tersenyum
Irfan Efendi, petani buah naga asal Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini adalah fenomena tahunan.
Permintaan buah naga selalu meningkat memasuki Galungan.
“Harga melonjak mulai pekan lalu. Dari Rp3 ribu, naik Rp5 ribu, sekarang Rp8 ribu per kilogram,” ujarnya kemarin (13/11).
Kenaikan harga ini langsung dirasakan para petani.
Setelah beberapa bulan merugi akibat harga rendah, mereka akhirnya bisa menikmati hasil panen dengan keuntungan yang layak.
Baca Juga: 21 Warga Cilacap Hilang Diterjang Longsor Majenang! Tim SAR Berjuang di Tengah Tanah Labil
Hitung-Hitungan Untung Petani
Edo Eka, 40, petani dari Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, menyebutkan bahwa perawatan lahan seperempat hektare membutuhkan biaya sekitar Rp6 juta per musim panen.
Dari luasan itu, ia bisa menghasilkan sekitar dua ton buah naga.
“Kalau harganya Rp8 ribu per kg, petani sudah dapat untung. Kalau lebih dari itu, jelas makin semringah,” ujarnya.
Baca Juga: Banyuwangi BMX Supercross 2025 Masuk Agenda UCI, 207 Rider Dunia Siap Adu Cepat di Sirkuit Muncar
Pengepul: Permintaan Memang Melonjak
Kenaikan harga juga dibenarkan para pengepul. Abdurrohman, 51, pengepul asal Dusun Kedungsumur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, menyebut pasar memang sedang ramai.
“Pasar yang membuat harga mahal. Kalau seperti ini biasanya permintaannya banyak,” ungkapnya.
Kenaikan harga buah naga ini menjadi angin segar bagi petani Banyuwangi yang selama ini mengandalkan komoditas tersebut sebagai sumber penghidupan.
Dengan permintaan yang terus naik menjelang Galungan, para petani berharap tren positif ini bertahan hingga akhir musim panen. (*)
Editor : Ali Sodiqin