Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bapanas Turun Tangan! Harga Beras di Banyuwangi Ternyata Masih Aman, Ini Fakta di Lapangan!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 13 November 2025 | 00:06 WIB
Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) didampingi Kanit Pidsus Satreskrim Polresta Banyuwangi Ipda Asmal Rahadian mengecek HET beras di salah satu kios di depan Polsek Banyuwangi, Rabu (12/11).
Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) didampingi Kanit Pidsus Satreskrim Polresta Banyuwangi Ipda Asmal Rahadian mengecek HET beras di salah satu kios di depan Polsek Banyuwangi, Rabu (12/11).

RADARBANYUWANGI.ID - Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun ke Banyuwangi untuk memantau perdagangan beras di Banyuwangi, Rabu (12/11).

Ada tiga tempat yang didatangi, yaitu sejumlah toko distributor di kawasan Kecamatan Banyuwangi dan swalayan modern Roxy.

Selama melakukan pemantauan harga beras, Bapanas didampingi Kanit Pidsus Satreskrim Polresta Banyuwangi sekaligus tim Satgas Pangan Ipda Asmal Rahadian.

Bapanas memastikan bahwa harga beras di berbagai tingkat distribusi tetap terkendali dan stok dalam kondisi aman.

Pemantauan dilakukan dengan menyusuri lapak-lapak pedagang beras di Pasar Banyuwangi, sejumlah toko distributor di kawasan Kecamatan Banyuwangi, hingga swalayan modern Roxy.

Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan adanya pedagang yang menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET). Bahkan, beberapa pedagang menjual beras di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Rahmatia, anggota Satgas Pengendalian Harga Beras Pusat Bapanas menjelaskan, pemerintah telah menetapkan HET beras sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg) untuk mutu stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), Rp 13.500 per kg untuk mutu medium, dan Rp 14.900 per kg untuk mutu premium.

“Hasil pantauan menunjukkan penjualan harga beras masih di bawah atau sesuai dengan HET. Artinya, kondisi harga dan stok beras di Banyuwangi saat ini aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemantauan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan inflasi tetap terkendali. Menurutnya, pergerakan harga beras memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi nasional.

“Ketika harga beras naik Rp 100 saja, dampaknya terhadap inflasi nasional jauh lebih besar dibandingkan kenaikan harga komoditas lain. Sebab, beras merupakan bahan pokok yang dikonsumsi hampir setiap rumah tangga setiap hari,” jelas Rahmatia.

Selain memantau harga, pengecekan terhadap stok beras di lapangan juga menjadi perhatian utama. Hal ini untuk memastikan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat berjalan dengan baik.

“Stabilitas harga beras mencerminkan stabilitas pemerintahan. Namun, di sisi lain, harga beras juga tidak boleh terlalu rendah karena dapat merugikan petani. Pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara harga yang terjangkau bagi konsumen dan yang menguntungkan bagi petani,” tambahnya.

Rahmatia menyebut, kegiatan pemantauan ini dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dipilih karena termasuk wilayah yang dipantau indeks harga konsumen (IHK).

“Jawa Timur memiliki peran penting dalam rantai pasok beras nasional dan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wisnu, salah satu pedagang beras di Kelurahan Panderejo, mengapresiasi langkah Bapanas yang turun langsung ke lapangan.

Menurutnya, pemantauan ini membantu menjaga kestabilan harga agar tidak melonjak tinggi antar penjual.

“Dengan adanya pengecekan dari Bapanas, kami para pedagang jadi lebih tenang. Harga beras jadi tetap terkendali dan untuk harga dari penjual satu dengan lainnya tetap sama,” ujarnya. (cw6-M Ksatria Raya/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#HET #harga pangan #beras #Bapanas #banyuwangi