Ringkasan Berita
- Harga emas 11 November 2025 kembali menunjukkan penguatan yang signifikan sebesar 2,63 persen, menembus Rp2,2 juta per gram.
- Penguatan ini dipicu oleh melemahnya dolar AS, ekspektasi penurunan suku bunga, serta tingginya permintaan aset aman.
- Dengan tren positif yang masih berlanjut, para investor disarankan untuk memantau level resistensi Rp2,250.000 per gram sebagai potensi titik beli atau ambil untung jangka pendek.
RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas hari ini, Selasa (11/11/2025), kembali menguat signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data pasar pukul 01.00 WIB, harga emas tercatat naik 2,63 persen atau setara Rp56.398,83 per gram, sehingga menembus level Rp2.202.891 per gram.
Kenaikan ini menandai tren positif yang terus berlanjut sejak awal November, di mana harga logam mulia global menunjukkan pergerakan stabil dengan kecenderungan naik.
Kenaikan Harga Emas Global
Data dari id.bullion-rates.com mencatat:
- Harga per gram: Rp 2.202.891
- Harga terendah: Rp 2.146.482
- Harga tertinggi: Rp 2.203.171
- Harga per ounce: Rp 68.517.584 (naik Rp 1.754.199,67)
- Harga per kilogram: Rp 2.202.890.834 (naik Rp 56.398.829,16)
Kenaikan yang konsisten ini memperkuat posisi emas sebagai salah satu aset paling aman (safe haven) bagi investor global di tengah perlambatan ekonomi dunia.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas 11 November 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, baik eksternal maupun domestik:
- Pelemahan Dolar AS
Nilai dolar Amerika Serikat yang mulai melandai mendorong minat investor terhadap emas karena harga logam mulia menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. - Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Global
Spekulasi bahwa bank sentral besar dunia akan menurunkan suku bunga memberi dorongan kuat pada pasar emas. Penurunan suku bunga biasanya memperbesar daya tarik aset non-yield seperti emas. - Ketegangan Geopolitik dan Fluktuasi Harga Minyak
Konflik di beberapa kawasan strategis dunia serta lonjakan harga minyak mentah global turut meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai. - Permintaan Musiman dan Investasi Domestik
Di Indonesia, permintaan emas fisik meningkat menjelang akhir tahun karena kebutuhan perhiasan dan investasi jangka menengah.
Baca Juga: Bank Jatim Banyuwangi Rayakan Hari Pahlawan dengan Semangat Nasionalisme
Prediksi Tren Emas Pekan Ini
Analis pasar memperkirakan harga emas akan bertahan kuat di atas level Rp2,2 juta per gram hingga akhir pekan.
Jika tekanan inflasi global berlanjut dan dolar AS melemah lebih jauh, emas berpotensi menembus Rp2,250.000 per gram dalam beberapa hari ke depan.
“Selama ketidakpastian ekonomi global belum mereda, emas akan terus menjadi pilihan utama investor,” ujar analis pasar emas di Jakarta. (*)
Editor : Ali Sodiqin