RADARBANYUWANGI.ID – Kecamatan Muncar masih menunjukkan eksistensi sebagai salah satu sentra perikanan tangkap di Jatim.
Pada periode Januari sampai Oktober tahun ini saja, jumlah tangkapan nelayan di Pelabuhan Muncar tembus 11 ribu ton ikan.
Puncak “panen” ikan para nelayan Muncar terjadi pada Juli lalu. Kala itu, jumlah tangkapan nelayan mencapai 1.807 ton.
Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar Salim mengatakan, tangkapan ikan nelayan Muncar di dalam kurun Januari hingga Oktober tahun ini 2 ribu ton lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Sepanjang 2024 total tangkapan ikan nelayan Muncar sebanyak 9.578 ton.
“Meski belum akhir tahun, tetapi tangkapan ikan di pelabuhan Muncar sudah lebih banyak dari tahun 2024,” ujarnya.
Salim memprediksi jumlah tangkapan ikan nelayan Muncar sampai akhir tahun akan terus bertambah sekitar 2 ribu ton hingga 4 ribu ton.
Jumlah tangkapan ikan tersebut merupakan gabungan dari Pelabuhan Muncar, Pelabuhan Kalimoro, hingga Pelabuhan Satelit. Tiga pelabuhan perikanan tersebut berada di wilayah Kecamatan Muncar.
“Jumlah tangkapan nelayan hingga akhir Desember kemungkinan mencapai 13 ribu ton sampai 15 ribu ton," katanya.
Salim menuturkan, kapasitas tangkap kapal jenis slerek dalam satu kali berlayar sekitar 10 sampai 15 ton ikan. “Sedangkan kapasitas tangkap kapal gardan 5 sampai 7 ton,” terangnya.
Di Pelabuhan Muncar terdapat sekitar 37 kapal slerek dengan ukuran 20 GT hingga 29 GT. Sedangkan jenis gardan sekitar 50 kapal dengan ukuran 15 GT sampai 17 GT.
Salim menyebut, hasil tangkapan nelayan Muncar kebanyakan adalah ikan lemuru. Namun, di tahun 2025 ini tangkapan nelayan kebanyakan ikan lemuru ukuran kecil alias ikan sempenit.
Ia menambahkan, tak jarang saat di bawa ke darat ikan sempenit akan rusak atau mengalami penurunan kualitas.
“Jika sudah seperti itu (rusak), maka akan dijual ke pabrik tepung dengan harga sekitar Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per kilogram (kg). Padahal, ikan lemur besar dengan ukuran sekitar 15 sampai 17 centimeter harganya bisa Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kg,” bebernya.
Musim ikan di Muncar, imbuh, biasanya terjadi pada November hingga Desember. Namun, karena cuaca yang sering hujan, prediksi itu bisa meleset.
“Biasanya November dan Desember panen ikan, tapi ini cuacanya kurang mendukung," pungkasnya. (cw3/sgt)
Editor : Ali Sodiqin