RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas hari ini, Rabu (5/11/2025), kembali melemah tajam di pasar spot internasional.
Mengutip Bloomberg, logam mulia itu diperdagangkan di level US$3.932,09 per troy ounce pada pukul 04.59 WIB, turun 1,73% atau US$69,33 dibandingkan sesi sebelumnya.
Penurunan ini terjadi seiring dengan penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
“Dengan dolar terus mencetak level tertinggi baru, tekanan terhadap pasar emas semakin besar,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, dikutip Rabu (5/11).
Meger menambahkan, penguatan dolar dipicu berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang.
Harga Emas Dunia Bergerak Fluktuatif
Harga emas sempat rebound tipis pada sesi pagi. Data Bloomberg menunjukkan harga emas spot sempat naik ke US$3.935,25 per troy ounce pukul 07.55 WIB, lalu menguat lagi menjadi US$3.971,80 pada pukul 12.13 WIB — setara kenaikan 1,01% atau US$39,71.
Namun analis menilai penguatan ini hanya koreksi teknikal. “Emas kehilangan momentumnya setelah reli panjang, namun masih jadi aset lindung nilai di tengah risiko geopolitik dan stagflasi,” jelas analis StoneX, Rhona O’Connell.
Kebijakan The Fed dan Shutdown Pemerintah AS Jadi Sorotan
Meski The Fed memangkas suku bunga pekan lalu, Ketua Jerome Powell menegaskan langkah itu bisa jadi pemangkasan terakhir tahun ini.
Berdasarkan data CME Group FedWatch, peluang penurunan suku bunga pada pertemuan 9–10 Desember turun ke 71%, dari 90% pekan lalu.
Di sisi lain, shutdown pemerintahan AS yang berlarut-larut membuat rilis data ekonomi resmi tertunda.
Investor kini menantikan laporan nonpemerintah seperti laporan ketenagakerjaan nasional ADP untuk mencari arah kebijakan moneter berikutnya.
Harga Emas Antam Ikut Tertekan
Penurunan harga emas global berdampak langsung ke pasar domestik. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anjlok Rp26.000 per gram, menjadi Rp2.260.000 dari posisi kemarin Rp2.286.000.
Harga buyback juga turun ke Rp2.125.000 per gram. Padahal, rekor tertinggi harga emas Antam sempat mencapai Rp2.485.000 per gram pada 17 Oktober 2025.
Berikut daftar harga emas Antam hari ini (5/11/2025):
- 0,5 gram: Rp1.180.000
- 1 gram: Rp2.260.000
- 5 gram: Rp11.075.000
- 10 gram: Rp22.095.000
- 50 gram: Rp110.145.000
- 100 gram: Rp220.212.000
- 000 gram: Rp2.200.600.000
Analisis: Tekanan Belum Berakhir
Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tekanan jual masih dominan. “Selama harga belum menembus resistance di kisaran US$4.026, potensi pelemahan lanjutan masih besar,” ujarnya.
Menurut Andy, jika tekanan berlanjut, harga emas bisa turun ke area US$3.959. Namun, rebound jangka pendek bisa saja terjadi karena aksi ambil untung investor.
Harga emas dunia dan domestik sama-sama tertekan akibat dolar AS yang menguat dan ketidakpastian kebijakan The Fed. Meski sempat naik tipis di sesi siang, tekanan jangka pendek masih kuat. (*)
Editor : Ali Sodiqin