PEMKAB Banyuwangi terus berinovasi dalam mengembangkan potensi kopi robusta yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
Melalui program Kiat Kembangkan Ekonomi Kopi Rakyat (Kembange Kopi), Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi menghadirkan terobosan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi rakyat.
Banyuwangi memiliki potensi kopi robusta yang melimpah dengan luas lahan kebun rakyat mencapai 9.959 hektare (Ha) dan 5.144 hektare lahan perkebunan besar.
Sentra produksi tersebar di sejumlah kecamatan seperti Kalipuro, Licin, Glagah, Songgon, Sempu, Glenmore, dan Kalibaru.
Menurut Plt Kepala Dispertan Ilham Juanda, inovasi Kembange Kopi hadir untuk menjawab tantangan petani dalam hal produktivitas, mutu, dan pemasaran.
“Kembange Kopi bukan hanya soal budi daya, tapi bagaimana menciptakan sistem ekonomi kopi rakyat yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir. Kami ingin petani tidak hanya menghasilkan, tapi juga menikmati nilai tambah dari kopi yang mereka tanam,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, inovasi ini melibatkan banyak pihak mulai pemkab, komunitas penggiat kopi, Puslitkoka Jember, perguruan tinggi, hingga pelaku UMKM kopi Banyuwangi.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan produk kopi dengan kualitas unggul, pengemasan menarik, serta daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Salah satu langkah strategis dalam program Kembange Kopi adalah pendaftaran Indikasi Geografis (IG) bagi Kopi Robusta Banyuwangi. IG menjadi bentuk perlindungan hukum terhadap keunikan dan kualitas kopi khas daerah.
Dengan terbitnya sertifikat IG “Kopi Robusta Java Blambangan” pada tahun 2024, perjuangan panjang petani dan pecinta kopi Banyuwangi akhirnya membuahkan hasil.
Sertifikasi ini diharapkan mampu meningkatkan reputasi kopi robusta Banyuwangi di pasar global sekaligus memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama dalam rantai nilai kopi.
“Dengan pengakuan IG, kopi Banyuwangi kini memiliki identitas dan nilai jual yang lebih tinggi. Ini bukan hanya keberhasilan pemerintah, tapi kemenangan seluruh masyarakat kopi Banyuwangi,” pungkas Ilham. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin