RADARBANYUWANGI.ID - Proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi masih terus berproses.
Jika sudah rampung pengerjaannya, akan menjadi pasar induk pertama di Banyuwangi yang memiliki sertifikasi SNI.
Hal ini disampaikan Kepala Diskop-UMP Banyuwangi Nanin Oktavianie usai mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di lokasi proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi, Jumat (31/10).
Dikatakan Nanin, proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi merupakan program dari pemerintah pusat melalui Kementerian PU dan menjadi bagian dari upaya peningkatan standar fasilitas pasar rakyat di daerah.
”Pasar ini nantinya akan menjadi satu-satunya pasar rakyat di Banyuwangi yang berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia),” ujarnya.
Untuk mendukung aktivitas ekonomi warga, pemerintah daerah menargetkan keberadaan pasar dapat berfungsi sebagai destinasi wisata ekonomi rakyat.
“Harapannya, setelah pasar ini selesai direvitalisasi, perekonomian pedagang bisa semakin meningkat. Kami ingin pasar ini bukan hanya sekadar tempat jual beli, tapi juga menjadi daya tarik wisata,” jelas Nanin.
Nanin menambahkan, ke depan pemerintah Banyuwangi akan melakukan kurasi dan pendampingan kepada para pedagang, terutama di sektor konveksi dan kuliner.
“Kami akan bantu teman-teman pedagang agar bisa menjual produk yang memiliki nilai tambah, seperti oleh-oleh, souvenir, hingga kuliner khas Banyuwangi. Tidak hanya jual bungkus, tapi juga bisa dikembangkan menjadi kuliner wisata,” kata nanin
Dari hasil koordinasi dengan Kementerian PU dan Menko Infra, target penyelesaian fisik pasar ditetapkan pada akhir tahun 2025, dan operasional direncanakan dimulai pada awal Januari 2026.
“Kalau fisiknya selesai sesuai target, langsung kita kondisikan untuk mulai beroperasi,” tanads Nanin.
Proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Gedung Inggrisan sudah hampir setahun berjalan.
Progres proyek yang didanai APBN senilai Rp 152 miliar tersebut masih mencapai 52 persen.
Sesuai kalender pekerjaan, revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Inggrisan ditarget tuntas akhir tahun ini.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal, kemarin (31/10) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau dua proyek tersebut.
AHY menyampaikan apresiasi pada pembangunan proyekPasar Induk Banyuwangi ini yang tetap menonjolkan sisi budayanya.
Revitalisasi Pasar Banyuwangi direncanakan menaungi 777 pelapak dan diharapkan mampu memberi ruang peningkatan perekonomian yang baik bagi Banyuwangi.
”Mudah- mudahan akan semakin menggeliatkan ekonomi masyarakat di Banyuwangi dan secara keseluruhan dapat memajukan Banyuwangi,” ujar AHY yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat. (cw5-Dalila Adinda/aif)
Editor : Ali Sodiqin