Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Update Harga Emas Dunia Tembus Rp2,1 Juta per Gram! Setelah 4 Hari Anjlok, Kini Mulai Bangkit Lagi

Ali Sodiqin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:10 WIB

Ilustrasi pergerakan harga emas.
Ilustrasi pergerakan harga emas.

RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas dunia kembali menguat pada awal perdagangan Kamis (30/10/2025) setelah mencatat penurunan selama empat hari berturut-turut.

Penguatan ini terjadi seiring turunnya ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot naik 0,75% atau 30,67 poin ke level US$3.960,74 per troy ounce pada pukul 08.05 WIB — setara sekitar Rp2,113 juta per gram.

Sementara harga emas berjangka Comex AS justru melemah tipis 0,99% ke level US$3.961,20 per troy ounce.

Baca Juga: Operasional Lintas Utara Kembali Normal, KAI Daop 8 Surabaya Pastikan Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Kembali Normal

Kenaikan harga emas kali ini menandai rebound setelah koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, harga logam mulia ini sempat anjlok akibat pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menepis kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga tambahan pada Desember mendatang.

Powell menyebut, terlalu dini berspekulasi mengenai pemangkasan suku bunga lebih lanjut setelah keputusan memotong suku bunga 25 basis poin pada pertemuan FOMC sebelumnya.

Pernyataan tersebut membuat imbal hasil obligasi AS dan nilai dolar menguat, sehingga menekan harga emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: JCC Senayan Dikepung Ribuan Buruh! Tuntut Kenaikan Upah 2026 dan Cabut Aturan Outsourcing

Koreksi Setelah Rekor Tertinggi

Sebelum terkoreksi, harga emas sempat mencetak rekor di atas US$4.380 per ons pada pekan lalu. Namun, reli panas itu mulai kehilangan tenaga setelah pasar menilai kenaikan sudah terlalu cepat, ditambah kabar positif dari pembicaraan dagang AS–China.

Presiden Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan menandatangani kesepakatan dagang di Korea Selatan pada Kamis ini, yang berpotensi menunda atau mencabut sebagian tarif serta pembatasan ekspor yang sempat memicu perang dagang beberapa bulan terakhir.

Meski sempat anjlok, harga emas masih menguat sekitar 50% sepanjang tahun 2025, ditopang oleh pembelian besar-besaran dari bank sentral serta strategi investasi “debasement trade” — langkah investor melindungi aset dari risiko inflasi dan defisit fiskal global.

Baca Juga: Berikut Isi Tuntutan Demo Buruh Jabodetabek di JCC Senayan Jakarta, Hindari Sejumlah Titik Rawan Macet Ini

Pasar Menanti Data Permintaan Emas Global

Kepala Multi-Asset dan Fixed Income Schroders, Sebastian Mullins, menilai koreksi saat ini merupakan bagian dari fase alami dalam tren bullish yang lebih besar.

“Kami melihat fase bullish kali ini berbeda dari sebelumnya, baik dari sisi skala maupun kedalaman permintaan moneter,” ujar Mullins dalam risetnya.

Sementara itu, arus keluar dari exchange-traded fund (ETF) berbasis emas mulai menekan reli tahun ini.

Data Bloomberg mencatat, kepemilikan ETF emas global turun lima hari berturut-turut hingga Selasa — penurunan terpanjang sejak Mei 2025.

Baca Juga: 280 Pelajar Banyuwangi Resmi Jadi Duta Kamtibmas 2025, Polisi Ungkap Misi Besar di Baliknya!

Investor kini menanti laporan permintaan emas kuartalan dari World Gold Council yang dijadwalkan rilis Kamis malam waktu Asia.

Data tersebut akan menjadi acuan penting untuk memprediksi arah harga emas selanjutnya, terutama dari sisi permintaan institusional dan bank sentral.

Update Terbaru 10.47 WIB

Hingga pukul 10.47 WIB, penguatan harga emas menipis.

Harga emas di pasar spot tercatat naik 0,15% ke level US$3.936,22 per troy ounce atau sekitar Rp2,109 juta per gram, sementara emas berjangka Comex AS melemah 1,47% ke level US$3.940,90 per troy ounce.

Meskipun fluktuatif, analis menilai sentimen jangka panjang emas masih positif, terutama jika ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik kembali meningkat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#donal trump #bloomberg #harga emas dunia #tiongkok #harga emas hari ini #china #as #suku bunga #xi jinping #30 oktober 2025 #Korea Selatan #Harga emas global #the fed #PASAR EMAS