RADARBANYUWANGI.ID - Ratusan peserta memenuhi gedung Grha Pena untuk mengikuti Liga Puisi#4. Tak hanya panggung sastra yang hidup.
Di luar gedung, para pedagang UMKM ikut merasakan dampaknya. Lapak-lapak makanan dan minuman yang mereka jual diserbu pembeli.
Gelaran Liga Puisi#4 yang diadakan oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Banyuwangi sejak Senin (26/10) hingga Kamis (30/10) tak hanya menjadi ajang unjuk membaca sastra bagi para peserta.
Kehadiran peserta juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang UMKM yang membuka lapak di halaman kantor Radar Banyuwangi.
Para pedagang UMKM terlihat kewalahan sejak hari pertama (27/10) yang selalu diserbu para peserta Liga Puisi dari murid hingga guru menyerbu lapak yang menjajakan berbagai makanan dan minuman.
Tercatat ada empat stan yang menjual makanan dan minuman. Semuanya mengaku senang karena omzetnya lumayan besar.
Di halaman Grha Pena yang berdekatan dengan Pos Satpam, Rossi, perempuan asal Kelurahan Panderejo yang berjualan aneka makanan bakar-bakaran dan es teh.
“Saya tidak menyangka bakal seramai ini. Pada Hari pertama (27/10) omzet saya tembus Rp 1 juta dalam beberapa jam. Hari ini (28/10) juga masih ramai anget, sekitar Rp 600.000,” ujarnya sumringah.
Rossi mengaku penjualannya menanjak signifikan serta habis dalam hitungan beberapa jam saja dibanding berjualan ketika CFD.
“Saya sudah biasa jualan di CFD, tapi di sini jauh lebih ramai, terutama di hari pertama. Sampai tenaga nggak nutut,” imbuhnya.
Tak jauh dari sana, di bawah tenda yang serupa dengan Rossi, aroma nasi dan saus pedas menyeruak.
Di situlah Jessica, warga Kelurahan Karangrejo, sibuk menyiapkan rice bowl pesanan peserta Liga Puisi.
“Hari pertama (27/10) saya hanya bawa 20 porsi, ternyata cuma dalam satu jam sudah habis. Hari ini (28/10) saya bawa 30, eh sisa dua aja,” katanya.
Jessica menuturkan, omzet yang diperolehnya ketika berjualan pada event Liga Puisi menanjak drastis hingga mencapai sekitar Rp 300 ribu lebih.
“Peserta Liga Puisi banyak banget yang beli, jadi omzet saya sekitar Rp 300.000 dari 30 porsi rice bowl yang saya sediakan. Dan itu selalu habis dalam hitungan jam sebelum acara selesai,” ungkapnya.
Sementara itu, Husnul, yang menjajakan minuman dari es degan hingga es campur serta makanan tahu kocek juga merasakan hal yang sama.
Omzet yang ia dapatkan naik signifikan serta selalu kewalahan melayani pelanggan dari peserta Liga Puisi.
”Hari pertama omzet saya sekitar Rp 400 ribu, hari ini juga hampir sama,” ujarnya. (M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin