RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas kembali menunjukkan tren kenaikan pada Sabtu (25/10/2025).
Berdasarkan data resmi dari laman Pegadaian, produk emas Galeri 24 dan UBS kompak mengalami kenaikan signifikan setelah sempat melemah dalam sepekan terakhir.
Harga emas Galeri 24 tercatat naik Rp32.000 menjadi Rp2.445.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.413.000. Sementara itu, emas UBS juga naik Rp31.000 menjadi Rp2.454.000 per gram.
Pegadaian mencatat, harga emas bersifat fluktuatif, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, geopolitik, serta perubahan kebijakan moneter.
Menurut laporan Reuters, nilai emas telah melonjak 57 persen sepanjang tahun 2025, didorong oleh ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan pembelian berkelanjutan oleh bank-bank sentral dunia.
“Faktor fundamental seperti ketegangan global dan aksi beli bank sentral terus mendukung harga emas berada di level tinggi,” tulis Reuters dalam laporannya.
Di sisi lain, harga emas Antam belum tersedia di laman resmi Pegadaian pada hari ini.
Meski demikian, dua produk andalan Pegadaian yakni Galeri 24 dan UBS tetap menjadi pilihan utama investor dan masyarakat yang ingin berinvestasi logam mulia.
Daftar Harga Emas Galeri 24 Hari Ini – Sabtu, 25 Oktober 2025:
- 0,5 gram: Rp 1.283.000
- 1 gram: Rp 2.445.000
- 2 gram: Rp 4.817.000
- 5 gram: Rp 11.953.000
- 10 gram: Rp 23.841.000
- 25 gram: Rp 59.455.000
- 50 gram: Rp 118.815.000
- 100 gram: Rp 237.512.000
- 250 gram: Rp 593.487.000
- 500 gram: Rp 1.186.389.000
- 1.000 gram: Rp 2.372.777.000
Daftar Harga Emas UBS Hari Ini – Sabtu, 25 Oktober 2025:
- 0,5 gram: Rp 1.327.000
- 1 gram: Rp 2.454.000
- 2 gram: Rp 4.870.000
- 5 gram: Rp 12.034.000
- 10 gram: Rp 23.941.000
- 25 gram: Rp 59.735.000
- 50 gram: Rp 119.224.000
- 100 gram: Rp 238.353.000
- 250 gram: Rp 595.707.000
- 500 gram: Rp 1.190.011.000
Baca Juga: Alat Pengukur Hujan Korsda Genteng Dipindah, Proyek Depan Kantor Belum Berizin
Analisis Singkat:
Kenaikan harga emas hari ini mempertegas tren penguatan harga logam mulia global yang didorong oleh kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Bagi investor, momen ini menjadi sinyal untuk memantau pergerakan harga sebelum mengambil keputusan jual atau beli. (*)
Editor : Ali Sodiqin