RADARBANYUWANGI.ID - Kabar gembira bagi para penerima bantuan sosial (bansos) program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Pemerintah kembali menyalurkan dana susulan dan penebalan BPNT dengan total mencapai Rp1,6 juta per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pencairan kali ini dilaporkan berlangsung secara massif, terutama bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Mandiri.
Informasi tersebut salah satunya diungkap oleh kanal YouTube Arfan Saputra Channel, yang menyebut dana bantuan kali ini merupakan akumulasi dari beberapa tahap yang sempat tertunda.
Adapun rincian dana yang diterima KPM meliputi:
- BPNT Tahap 2 Susulan: Rp600.000
- BPNT Tahap 3 Susulan: Rp600.000
- Bantuan Penebalan BPNT (Juni–Juli): Rp400.000
- Total: Rp1.600.000 per KPM
Pencairan ini menjadi tanda penyelesaian distribusi bantuan tahap 2 dan 3 sekaligus penebalan BPNT yang sempat tertunda penyalurannya.
Mayoritas laporan pencairan datang dari KPM pengguna KKS Bank Mandiri, sehingga masyarakat penerima disarankan segera melakukan pengecekan saldo melalui mesin ATM, agen bank, atau e-warung terdekat.
Selain penerima lama, bansos ini juga menyasar KPM baru dan peralihan dari PT Pos. Kategori tersebut mencakup:
-
KPM Peralihan Pos: Penerima yang sebelumnya mendapat bansos tunai dari PT Pos dan kini telah menerima KKS Bank Mandiri.
-
KPM Baru Murni: Warga yang baru ditetapkan sebagai penerima bansos dan memperoleh KKS pada September 2025, termasuk tanggal distribusi sekitar 4–12 September 2025.
Laporan pencairan terpantau di berbagai wilayah, di antaranya Brebes dan Cilacap (Jawa Tengah), Gunung Kidul (Yogyakarta), serta Jember (Jawa Timur).
Baca Juga: Jogo Banyuwangi! Ratusan Buruh Bersatu Dukung Polri Jaga Ketertiban
Meski dominan di Bank Mandiri, KKS dari bank Himbara lain seperti BRI, BNI, dan BSI juga berpotensi menyusul dalam waktu dekat.
Pemerintah menegaskan, pencairan bansos ini merupakan bagian dari komitmen untuk menyelesaikan penyaluran dana tertunda sebelum fokus pada penyaluran BLT Kesra dan bansos akhir tahun.
Dengan pencairan kali ini, pemerintah berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang akhir tahun sekaligus memperkuat daya beli rumah tangga penerima manfaat. (*)
Editor : Ali Sodiqin