RADARBANYUWANGI.ID - Kabar menggembirakan datang bagi para guru ngaji di Jawa Timur.
Pemerintah daerah di tiga kabupaten — Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso — telah menyalurkan insentif guru ngaji secara bertahap sejak September hingga Oktober 2025.
Program ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pengajar Al-Qur’an yang selama ini berperan penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
Banyuwangi: 14.241 Guru Ngaji Terima Rp9,9 Miliar
Sebanyak 14.241 guru ngaji di Banyuwangi menerima insentif dengan total anggaran mencapai Rp9.968.700.000. Rata-rata setiap guru ngaji menerima Rp700 ribu per orang.
Penyerahan simbolis dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam rangkaian Upacara Hari Santri Nasional, Rabu pagi (22/10) di halaman kantor Pemkab Banyuwangi.
“Guru ngaji adalah ujung tombak pembelajaran Al-Qur’an dan pembentukan karakter anak bangsa. Pengabdian mereka merupakan amal jariyah yang tak ternilai,” ujar Bupati Ipuk.
Program insentif ini telah berjalan rutin sejak tahun 2011 dan terus ditingkatkan setiap tahunnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi, Yusdi Irawan, menyebut jumlah penerima tahun ini meningkat dibanding 2024.
“Tahun ini ada 14.241 penerima, naik dari 14.119 tahun lalu. Setiap tahun kami verifikasi ulang agar datanya valid,” jelasnya.
Yusdi menambahkan, guru ngaji penerima insentif harus memiliki minimal 10 santri aktif dan pencairan bisa dilakukan langsung di bank yang ditunjuk Pemkab.
Jember: Cair Langsung ke Rekening Penerima
Sementara itu, Pemkab Jember telah menyalurkan insentif guru ngaji sejak 10 September 2025.
Berdasarkan pengumuman resmi melalui akun media sosial Pemkab Jember, proses pencairan kini langsung masuk ke rekening masing-masing penerima, tanpa perlu datang ke kantor kecamatan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari percepatan digitalisasi penyaluran bantuan sosial agar lebih efisien dan tepat sasaran.
Bondowoso: Rp6 Miliar Langsung ke Rekening Guru Ngaji
Tak ketinggalan, Pemkab Bondowoso juga menyalurkan insentif guru ngaji senilai Rp6 miliar.
Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru ngaji.
Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena transparan dan efisien.
“Dengan sistem transfer langsung, penerima merasa lebih tenang karena dana bisa diterima utuh tanpa potongan,” ujar salah satu penerima insentif di Kecamatan Tamanan.
Apresiasi dan Harapan dari Para Guru Ngaji
Banyak guru ngaji di Banyuwangi mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, insentif ini menjadi penghargaan bagi kami. Semoga semakin memotivasi untuk terus mengajar dengan ikhlas,” ujar Lailatul Muawanah, guru TPQ Darul Gufron, Kertosari.
Hal senada disampaikan Ustadzah Marhamah dari Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro.
“Semoga berkah untuk Banyuwangi dan seluruh pemimpinnya,” ucapnya.
Penyaluran insentif guru ngaji ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidikan non-formal.
Diharapkan, kebijakan serupa dapat diterapkan secara merata di seluruh kabupaten di Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin