RADARBANYUWANGI.ID - Memasuki Oktober 2025, harga sejumlah kebutuhan dapur di Banyuwangi mengalami fluktuasi cukup signifikan. Beberapa komoditas naik, sementara sebagian lainnya justru anjlok.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah dan bawang merah, sedangkan tomat menjadi komoditas dengan penurunan harga paling tajam.
Pada Agustus 2025, harga tomat di Pasar Srono sempat mencapai Rp 30.000 per kilogram.
Namun, pada September turun menjadi Rp 14.000 per kilogram, dan kini anjlok hingga Rp 4.000 per kilogram.
“Dari petani harganya mungkin tinggal Rp 500 per kilogram. Banyak tomat yang busuk karena panen berlimpah,” kata Nur Janah (73), pedagang asal Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, kemarin (22/10).
Berbeda dengan tomat, harga cabai merah justru melonjak. Jika sebelumnya dijual Rp 30.000 per kilogram, kini mencapai Rp 40.000 per kilogram. “Naiknya mulai awal bulan ini,” ujarnya.
Harga bawang merah juga ikut naik. Dari semula Rp 28.000 per kilogram kini menjadi Rp 34.000 per kilogram.
Sementara bawang putih masih stabil di Rp 27.000 per kilogram.
Untuk cabai rawit, Nur Janah menyebut harganya sempat turun sejak tiga hari terakhir. Dari Rp 32.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram.
Sedangkan cabai hijau masih stabil di kisaran Rp 15.000 per kilogram. “Kalau cabai rawit harganya memang cepat berubah, bisa naik turun dalam hitungan hari,” jelasnya.
Pedagang lainnya, Sukito (52), menambahkan, harga beras eceran premium kini Rp 16.000 per kilogram.
Sementara beras SPHP dijual Rp 12.000 per kilogram atau Rp 60.000 per lima kilogram.
“Untuk minyak goreng merek Minyakkita Rp 17.500 per liter, dan minyak premium Rp 20.000 per liter,” ujar warga Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono itu.
Aktivitas di Pasar Srono sendiri berlangsung padat pada dini hari.
Menurut Sukito, para pedagang mulai berjualan sejak pukul 01.00 dini hari, dan sebagian besar sudah tutup pada pukul 12.00 siang.
“Kalau siang sepi, jadi jam 12.00 biasanya pasar sudah tutup,” katanya.
Editor : Agung Sedana