RADARBANYUWANGI.ID - Dalam upaya memperkenalkan dan memajukan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Tampo, Kecamatan Cluring, kembali menggelar Tampo Fair 2025 yang dipusatkan di lapangan desa.
Dalam acara tahunan ini, disediakan 70 stan UMKM dari pelaku usaha lokal.
Tampo Fair 2025 yang mengusung tema “UMKM Tangguh, Ekonomi Tumbuh” resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Kadiskop UMP) Banyuwangi, RR Nanine Oktaviantie, kemarin (22/10) sore.
Hadir dalam pembukaan itu Forkopimka Cluring dan para kepala desa se-Kecamatan Cluring.
“Acara ini akan berlangsung selama empat hari,” kata Kepala Desa (Kades) Tampo, Dr. Hasyim Ashari, M.Si.
Melalui kegiatan ini, puluhan pelaku UMKM dari Desa Tampo memamerkan berbagai produk unggulan mereka.
Antusiasme masyarakat pun tinggi, terlihat dari habisnya seluruh stan dalam waktu seminggu sebelum acara dimulai.
“Tampo Fair ini untuk mempromosikan produk unggulan warga, khususnya dari Desa Tampo,” ujar Hasyim.
Persiapan warga, lanjut dia, sudah dimulai sejak sebulan sebelumnya, terutama kegiatan canting rakyat yang digelar sejak 19 September 2025.
“Selain menampilkan produk UMKM, kesenian khas Desa Tampo juga ikut dipertunjukkan dalam Tampo Fair ini,” tambahnya.
Ia menyebut kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai wadah kreasi dan ekonomi masyarakat.
Hasyim berharap gelaran Tampo Fair mampu mendorong pelaku UMKM semakin berkembang, bahkan melahirkan pelaku usaha baru.
“Dengan 70 stan yang semuanya sudah terisi, semoga tahun-tahun berikutnya acara ini makin besar dan ramai,” ujarnya.
Sementara itu, Kadiskop UMP Banyuwangi, RR Nanine Oktaviantie, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini.
Menurutnya, Tampo Fair berperan besar dalam menggerakkan sektor UMKM di tingkat desa.
“Desa Tampo dikenal sebagai kampung batik, satu-satunya di Banyuwangi, dan setiap tahun membantu pemerintah menggiatkan sektor UMKM melalui Tampo Fair,” katanya.
Editor : Agung Sedana