RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas perhiasan hari ini, Rabu 22 Oktober 2025, kembali naik meski pasar global sedang tertekan.
Di Raja Emas, harga perhiasan kadar 24 karat kini dijual Rp2,23 juta per gram, sedangkan di Lakuemas dibanderol Rp2,086 juta per gram.
Kenaikan ini menandai tren positif di pasar emas domestik, di tengah koreksi tajam harga emas dunia yang sempat membuat investor global panik.
Daftar Harga Emas Perhiasan 22 Oktober 2025
-
24 Karat (24K): Rp 2.230.000 per gram
-
23 Karat (23K): Rp 1.825.000 per gram
-
22 Karat (22K): Rp 1.745.000 per gram
-
21 Karat (21K): Rp 1.667.000 per gram
-
20 Karat (20K): Rp 1.587.000 per gram
-
18 Karat (18K): Rp 1.429.000 per gram
-
15 Karat (15K): Rp 1.191.000 per gram
-
10 Karat (10K): Rp 794.000 per gram
-
9 Karat (9K): Rp 715.000 per gram
Sementara di platform digital Laku emas, harga emas 24 karat (99%) berada di Rp2.086.000 per gram, dengan kadar 18 karat di Rp1.458.000 per gram.
Harga Emas Dunia Anjlok Tajam
Berbanding terbalik dengan pasar domestik, harga emas dunia justru terkoreksi tajam setelah reli panjang yang sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa.
Hingga pukul 06.09 WIB, harga emas dunia melemah 0,05% ke USD4.121,69 per troy ons. Sehari sebelumnya, logam mulia itu sempat anjlok 5,31%, menjadi pelemahan harian terdalam sejak Agustus 2020.
Analis menyebut, penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah lonjakan cepat akibat ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed. Penguatan dolar AS juga ikut menekan harga, dengan indeks DXY naik 0,35% ke level 98,93.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi Humas Polri ke-74
Harga Emas Antam dan Emas Digital Ikut Melemah
Koreksi global turut menekan harga emas batangan Antam, yang hari ini turun ke Rp2.310.000 per gram, anjlok Rp177.000 dari posisi kemarin.
Harga buyback juga ikut terkoreksi ke Rp2.164.000 per gram.
Sementara itu, emas digital Treasury melemah tipis ke Rp2.274.457 per gram.
Namun secara tahunan, aset digital ini masih naik 59,64%, menunjukkan ketahanan emas digital sebagai instrumen investasi aman (safe haven) di tengah gejolak ekonomi global.
Analisis Tren: Masih Bullish Meski Terkoreksi
Meski dua hari terakhir harga emas global turun, indikator RSI harian masih di level 58, menunjukkan tren bullish belum sepenuhnya hilang.
Beberapa analis menilai koreksi saat ini adalah “masa jeda sehat” sebelum emas kembali naik menuju USD4.258 per troy ons.
Menurut Frank Monkam dari Buffalo Bayou Commodities, area support kuat berada di USD4.050–USD4.000 per troy ons, yang bisa menjadi pijakan harga sebelum melanjutkan reli berikutnya.
Baca Juga: Nasib Sial di F1 Austin, Carlos Sainz Akui Kesalahan Usai Insiden dengan Kimi Antonelli
Investasi Emas Digital Makin Dilirik
Bagi investor ritel, fluktuasi jangka pendek tak perlu dikhawatirkan.
Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai jangka panjang yang terbukti stabil menghadapi inflasi dan ketidakpastian global.
Kini, berinvestasi emas semakin mudah lewat platform Treasury, pedagang emas digital berlisensi BAPPEBTI.
Mulai dari Rp5.000, Sobat sudah bisa punya emas yang bisa dicetak jadi emas fisik, koin, atau perhiasan Antam dan UBS.
Treasury juga menawarkan fitur menarik seperti:
-
Panen Emas dengan bunga hingga 9% p.a
-
Gratis simpan & transfer emas
-
Jamimas, pinjaman berbasis emas
-
Berbagai promo dan hadiah spesial setiap bulan
Emas Masih Jadi Primadona Investasi Aman
Harga emas perhiasan di pasar lokal masih menunjukkan ketahanan kuat, bahkan saat emas dunia sedang jatuh.
Bagi investor cermat, momen ini bisa menjadi peluang membeli emas di harga menarik sebelum tren naik berikutnya.
Editor : Ali SodiqinIngat Sobat! Harga emas boleh naik turun harian, tapi dalam jangka panjang, logam mulia ini selalu bersinar. (*)