RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas perhiasan hari ini, Senin (20/10/2025), cenderung stagnan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Meski stabil di pasar domestik, analis memperkirakan harga emas dunia siap melanjutkan tren kenaikan pekan depan seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).
Harga Emas di Dalam Negeri
Berdasarkan data dari Rajaemas, harga emas perhiasan 24 karat hari ini dijual Rp2.215.000 per gram, sementara kadar 5 karat dibanderol Rp395.000 per gram.
Adapun harga emas di Lakuemas tercatat Rp2.058.000 per gram untuk kadar 24K (99%). Berikut rincian lengkap harga emas perhiasan Rajaemas per 20 Oktober 2025:
Daftar Harga Emas Perhiasan Rajaemas Hari Ini (20 Oktober 2025)
-
24K* – Rp 2.215.000 per gram
-
24K – Rp 2.105.000 per gram
-
23K – Rp 1.814.000 per gram
-
22K – Rp 1.735.000 per gram
-
21K – Rp 1.657.000 per gram
-
20K – Rp 1.578.000 per gram
-
19K – Rp 1.498.000 per gram
-
18K – Rp 1.421.000 per gram
-
17K – Rp 1.341.000 per gram
-
16K – Rp 1.262.000 per gram
-
15K – Rp 1.184.000 per gram
-
14K – Rp 1.105.000 per gram
-
13K – Rp 1.025.000 per gram
-
12K – Rp 948.000 per gram
-
11K – Rp 868.000 per gram
-
10K – Rp 789.000 per gram
-
9K – Rp 711.000 per gram
-
8K – Rp 632.000 per gram
-
7K – Rp 552.000 per gram
-
6K – Rp 475.000 per gram
-
5K – Rp 395.000 per gram
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar global dan nilai tukar rupiah.
Harga Emas Dunia: Masih Bullish
Sementara itu, di pasar global, harga emas dunia ditutup melemah 1,73% ke level US$4.251,82 per troy ounce pada perdagangan terakhir.
Namun, secara mingguan logam mulia ini masih naik 5,77%, dan secara tahunan (year to date) sudah melonjak 62,01%.
Rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) emas dunia tercatat di US$4.379,60 per troy ounce.
Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tren teknikal emas masih menunjukkan dominasi sentimen bullish yang kuat.
“Selama tekanan beli bertahan, emas berpotensi menguji area US$4.750 per troy ounce dalam jangka menengah,” ujar Andy dalam riset yang diterima, Sabtu (18/10/2025).
Namun, ia juga mengingatkan potensi koreksi harga tetap terbuka.
“Jika harga menembus level kunci di US$3.800, peluang penurunan lanjutan menuju US$3.628 bisa terjadi pekan depan,” tambahnya.
Baca Juga: Makna Tersembunyi Hari Santri 2025: Bukan Sekadar Peringatan, Tapi Tonggak Peradaban Dunia!
Faktor Penggerak: The Fed dan Dolar AS
Menurut Andy, pergerakan emas masih sangat dipengaruhi oleh data inflasi dan tenaga kerja AS yang akan menentukan arah kebijakan moneter The Fed.
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga menjadi pendorong utama penguatan emas. Pemangkasan ini akan menurunkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga, sehingga investor lebih tertarik beralih ke logam mulia tersebut.
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik global juga menambah daya tarik emas sebagai safe haven asset.
Ketidakpastian hubungan dagang AS–China dan potensi krisis energi dunia menjadi katalis positif bagi reli harga emas.
Baca Juga: Cek Rekening KKS Anda, Dana Bansos PKH dan BPNT Oktober 2025 Mulai Disalurkan
Prospek Harga Emas ke Depan
Sejumlah bank besar seperti HSBC dan Bank of America bahkan menaikkan target harga emas hingga US$5.000 per troy ounce pada 2026, mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang logam mulia tersebut.
Namun, analis tetap mengingatkan investor agar waspada terhadap volatilitas tajam, terutama jika The Fed kembali bersikap hawkish atau data ekonomi AS menunjukkan penguatan signifikan.
“Emas masih menjadi aset favorit di tengah ketidakpastian global, tetapi disiplin dalam manajemen risiko tetap krusial,” tutup Andy.
Harga emas perhiasan di Indonesia masih stabil di atas Rp2 juta per gram, sementara pasar global menunjukkan tren naik yang kuat.
Dengan potensi penurunan suku bunga dan pelemahan dolar AS, emas masih menjadi pilihan investasi menarik pada kuartal akhir 2025. (*)
Editor : Ali Sodiqin