Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ketua KEN Luhut Binsar Panjaitan Melaunching Bansos Digital di Banyuwangi

Ali Sodiqin • Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:20 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan bersama Mensos Saifullah Yusuf dan Bupati Ipuk Fiestiandani menyaksikan proses pendaftaran Bansos di Sumbermanis, Gombengsari, Kalipuro, Kamis (2/10)
Luhut Binsar Pandjaitan bersama Mensos Saifullah Yusuf dan Bupati Ipuk Fiestiandani menyaksikan proses pendaftaran Bansos di Sumbermanis, Gombengsari, Kalipuro, Kamis (2/10)

RADARBANYUWANGI.ID – Ketua KEN Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung uji coba bantuan sosial (bansos) digital di Kabupaten Banyuwangi, Kamis 18 September 2025 lalu.

Banyuwangi menjadi daerah pertama yang dijadikan pilot project penyaluran bansos secara digital di Indonesia.

Uji coba sistem yang terintegrasi melalui Portal Perlinsos itu telah berjalan sejak 18 September 2025 dan melibatkan lebih dari 257 ribu warga.

Baca Juga: Strategi Ban F1 2025: Pirelli Ciptakan Variasi dengan Kompon Lompat di Austin dan Meksiko

Dalam peninjauan di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Luhut menemukan berbagai persoalan di lapangan.

“Saya temukan ada warga yang menerima tiga program sekaligus. Sementara sebagian warga yang lebih berhak justru belum mendapatkan bantuan,” ujar Luhut.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi bansos ini ditujukan untuk memperbaiki akurasi data penerima serta mengurangi potensi penyimpangan.

Melalui sistem baru tersebut, verifikasi penerima dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pengenalan wajah (face recognition), dan integrasi data lintas instansi.

Baca Juga: Senyum Guru Mengembang! TPG 2025 Cair Langsung ke Rekening, Sistem Baru Dinilai Lebih Efisien

Selain menekan potensi data ganda, mekanisme ini juga diklaim mampu menghemat anggaran negara hingga Rp14 triliun per tahun.

Kendati demikian, Luhut mengakui masih ada sejumlah kendala teknis di lapangan, mulai dari keterbatasan sinyal internet hingga warga yang belum memiliki ponsel pintar.

Ia menyebut, hasil uji coba di Banyuwangi akan dievaluasi pada 18 Oktober 2025 untuk menentukan kelanjutan program ini ke daerah lain.

Baca Juga: Prediksi Nottingham Forest vs Chelsea: Postecoglou di Ujung Tanduk, The Blues Siap Perpanjang Tren Positif!

“Kalau hasilnya bagus, kita akan perluas secara nasional pada Februari atau Maret tahun depan,” tegasnya.

Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya digitalisasi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#nik #luhut binsar panjaitan #pengenalan wajah #Face Recognition #bansos digital #Portal Perlinsos #banyuwangi #pilot project