Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hebat! Serapan Pupuk Bersubsidi di Banyuwangi Tembus 70 Persen, Dispertan Siapkan Langkah Berani Dorong Pupuk Organik!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 13 Oktober 2025 | 12:10 WIB
ILUSTRASI: Para siswa SMPN 3 Banyuwangi mengolah sampah menjadi pupuk organik.
ILUSTRASI: Para siswa SMPN 3 Banyuwangi mengolah sampah menjadi pupuk organik.

RADARBANYUWANGI.ID – Serapan pupuk bersubsidi di Banyuwangi tercatat cukup tinggi.

Hingga Agustus lalu serapan pupuk urea sebesar 60 persen lebih, sedangkan pupuk NPK mencapai 71 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi Ida Larasati mengatakan, hingga periode tersebut penyaluran pupuk jenis urea mencapai 60,89 persen atau sekitar 26.687 ton dari total alokasi 43.825 ton.

Sementara itu, untuk pupuk NPK, tingkat penyerapannya mencapai 71,10 persen atau 26.505 ton dari alokasi 37.276 ton.

Ide menilai bahwa tingginya serapan ini menunjukkan aktivitas pertanian di Banyuwangi berjalan produktif seiring dengan mulai masuknya musim tanam di sejumlah wilayah.

“Serapan pupuk yang tinggi ini menandakan petani sudah mulai mempersiapkan lahan. Tapi di sisi lain, kita juga harus memastikan ketersediaannya mencukupi hingga akhir tahun,” ujarnya.

Namun demikian, Ida menekankan pentingnya peralihan secara bertahap menuju penggunaan pupuk organik.

Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pertanian berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia bersubsidi.

“Pupuk organik tidak hanya menekan biaya produksi, tapi juga memperbaiki struktur tanah dalam jangka panjang. Kami sedang mendorong petani untuk mulai menyeimbangkan penggunaan pupuk kimia dengan organik,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Dispertan Banyuwangi menyiapkan stimulus berupa bantuan pupuk organik sebanyak 130 ton dan benih padi bagi kelompok tani yang akan memulai musim tanam lebih awal pada musim tanam terakhir tahun ini.

Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi petani untuk beralih ke sistem budi daya yang lebih ramah lingkungan.

Selain meningkatkan kesuburan tanah, penggunaan pupuk organik juga menjadi solusi menghadapi keterbatasan kuota pupuk bersubsidi yang setiap tahun semakin menurun.

“Dengan kombinasi pupuk organik, produktivitas bisa tetap terjaga meski kuota subsidi terbatas,” pungkas Ida. (cw5-Dalila Adinda/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Pupuk Bersubsidi #pupuk organik #banyuwangi