RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu (12/10/2025) hingga pukul 09.00 WIB belum mengalami perubahan di laman resmi Logam Mulia.
Harga emas Antam masih tercatat Rp 2.299.000 per gram, sama seperti harga kemarin yang naik Rp 5.000 per gram dari posisi sebelumnya.
Begitu pula dengan harga buyback (harga pembelian kembali oleh Logam Mulia) yang masih berada di angka Rp 2.147.000 per gram, naik Rp 5.000 dari harga sebelumnya Rp 2.142.000.
Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback hari ini mencapai Rp 152.000 per gram.
Dua Jenis Harga Emas Antam: Beli dan Buyback
PT Antam menetapkan dua jenis harga emas batangan produksinya, yakni:
-
Harga emas — berlaku saat konsumen membeli emas batangan di gerai Logam Mulia.
-
Harga buyback — berlaku saat konsumen menjual kembali emas ke Logam Mulia.
Perbedaan ini penting diperhatikan, terutama bagi investor emas jangka panjang. Semakin lama periode investasi, potensi keuntungan pun makin besar.
Kalkulasi Potensi Untung dan Rugi Investor Emas
Untuk menggambarkan potensi investasi emas batangan Antam, berikut simulasi perhitungan untung dan rugi jika investor menjual emas per 12 Oktober 2025:
-
04 Oktober 2025 — Harga beli: Rp 2.239.000/gram → Rugi -4,11%
-
11 September 2025 — Harga beli: Rp 2.095.000/gram → Untung +2,48%
-
11 Juli 2025 — Harga beli: Rp 1.906.000/gram → Untung +12,64%
-
11 April 2025 — Harga beli: Rp 1.889.000/gram → Untung +13,66%
-
11 Januari 2025 — Harga beli: Rp 1.568.000/gram → Untung +36,93%
-
11 Oktober 2024 — Harga beli: Rp 1.481.000/gram → Untung +44,97%
-
11 Juli 2024 — Harga beli: Rp 1.386.000/gram → Untung +54,91%
-
11 April 2024 — Harga beli: Rp 1.306.000/gram → Untung +64,40%
-
11 Januari 2024 — Harga beli: Rp 1.119.000/gram → Untung +91,87%
Catatan Penting:
Dari daftar di atas, dapat disimpulkan bahwa investor yang membeli emas sejak awal 2024 menikmati kenaikan hingga hampir 92%, sementara pembeli baru di Oktober 2025 masih mencatat rugi tipis karena harga belum bergerak signifikan bulan ini.
Analisis: Potensi Keuntungan Masih Terbuka Lebar
Dari data di atas, terlihat jelas bahwa investasi emas batangan tetap menjanjikan untuk jangka panjang.
Investor yang membeli emas sejak awal 2024, misalnya, kini menikmati kenaikan hingga 90% dalam setahun.
Namun, investor yang membeli dalam waktu dekat (misalnya awal Oktober 2025) masih mengalami potensi rugi kecil sekitar 4% karena harga belum bergerak signifikan bulan ini.
“Harga emas memang fluktuatif dalam jangka pendek, tetapi selalu cenderung naik dalam jangka panjang karena inflasi dan pelemahan mata uang,” ujar analis pasar komoditas di Jakarta.
Faktor Global Penggerak Harga Emas
Kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolitik, serta kebijakan suku bunga The Fed yang membuat investor beralih ke aset aman (safe haven).
Selain itu, permintaan tinggi dari Tiongkok dan India menjelang musim perayaan turut memperkuat tren kenaikan harga logam mulia ini.
Tips untuk Investor Emas Pemula
Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Pantau harga resmi Logam Mulia Antam setiap hari di laman logammulia.com
-
Gunakan aplikasi investasi resmi seperti Pegadaian Digital, BSI Emas, atau Tokopedia Emas.
-
Pahami perbedaan harga beli dan buyback, agar tahu kapan waktu terbaik menjual.
-
Simpan emas dalam jangka panjang (minimal 1–3 tahun) untuk memaksimalkan potensi keuntungan.
Meski harga emas Antam belum berubah pagi ini, tren jangka panjang masih menunjukkan potensi keuntungan yang solid.
Investor yang membeli sejak 2024 bahkan sudah menikmati cuan hingga 90 persen, membuktikan bahwa emas tetap menjadi instrumen investasi paling aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. (*)
Editor : Ali Sodiqin