RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas batangan hari ini, Selasa 8 Oktober 2025, kembali mencetak rekor baru.
Berdasarkan pembaruan di situs resmi Logam Mulia dan Pegadaian, harga emas Antam kini menyentuh Rp2,399 juta per gram, naik dibanding perdagangan awal pekan.
Emas UBS dan Galeri24 pun ikut menguat, menandakan tren positif yang berlanjut di pasar logam mulia domestik.
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan harga emas dunia yang kini mendekati USD 3.880 per troy ounce, dipicu melemahnya dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Kondisi tersebut membuat banyak investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai jangka panjang.
Kisah Ibu di Cilacap Raup Untung dari Investasi Emas 1 Kg
Di tengah kenaikan harga emas, kisah menarik datang dari seorang ibu rumah tangga di Cilacap, Jawa Tengah.
Ia diketahui membeli emas batangan seberat 1 kilogram pada tahun 2013 dengan harga sekitar Rp845 juta.
Kini, setelah 12 tahun berlalu, harga emas 1 kilogram di Logam Mulia pada 8 Oktober 2025 tercatat Rp2.242.191.500 (setelah pajak PPh 0,25%).
Artinya, jika sang ibu menjual emasnya hari ini, ia memperoleh keuntungan fantastis sekitar Rp1,397 miliar, hampir tiga kali lipat dari modal awalnya.
Menurut penuturan keluarga, emas tersebut awalnya dibeli bukan untuk investasi, melainkan sebagai “tabungan darurat keluarga.”
Namun karena disimpan dengan baik dan tidak dijual selama bertahun-tahun, nilainya justru melonjak tajam.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi paling aman dan menguntungkan, terutama bagi masyarakat yang mengutamakan stabilitas nilai.
Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian (8 Oktober 2025)
1. Emas Antam Pegadaian
- 0,5 gram: Rp 1.252.000
- 1 gram: Rp 2.399.000
- 2 gram: Rp 4.734.000
- 3 gram: Rp 7.074.000
- 5 gram: Rp 11.755.000
- 10 gram: Rp 23.452.000
- 25 gram: Rp 58.498.000
- 50 gram: Rp 116.913.000
- 100 gram: Rp 233.743.000
- 250 gram: Rp 584.079.000
2. Emas UBS Pegadaian
- 0,5 gram: Rp 1.251.000
- 1 gram: Rp 2.313.000
- 2 gram: Rp 4.589.000
- 5 gram: Rp 11.341.000
- 10 gram: Rp 22.562.000
- 25 gram: Rp 56.291.000
- 50 gram: Rp 112.351.000
- 100 gram: Rp 224.613.000
- 250 gram: Rp 561.365.000
- 500 gram: Rp 1.121.410.000
3. Emas Galeri24 Pegadaian
- 0,5 gram: Rp 1.198.000
- 1 gram: Rp 2.284.000
- 2 gram: Rp 4.499.000
- 5 gram: Rp 11.164.000
- 10 gram: Rp 22.268.000
- 25 gram: Rp 55.530.000
- 50 gram: Rp 110.971.000
- 100 gram: Rp 221.832.000
- 250 gram: Rp 554.307.000
- 500 gram: Rp 1.108.068.000
Harga Emas Logam Mulia (Antam) – logammulia.com
- 0,5 gram: Rp 1.198.000 (setelah pajak Rp 1.200.995)
- 1 gram: Rp 2.296.000 (setelah pajak Rp 2.301.740)
- 2 gram: Rp 4.532.000 (setelah pajak Rp 4.543.330)
- 3 gram: Rp 6.773.000 (setelah pajak Rp 6.789.933)
- 5 gram: Rp 11.255.000 (setelah pajak Rp 11.283.138)
- 10 gram: Rp 22.455.000 (setelah pajak Rp 22.511.138)
- 25 gram: Rp 56.012.000 (setelah pajak Rp 56.152.030)
- 50 gram: Rp 111.945.000 (setelah pajak Rp 112.224.863)
- 100 gram: Rp 223.812.000 (setelah pajak Rp 224.371.530)
- 250 gram: Rp 559.265.000 (setelah pajak Rp 560.663.163)
- 500 gram: Rp 1.118.320.000 (setelah pajak Rp 1.121.115.800)
- 1000 gram: Rp 2.236.600.000 (setelah pajak Rp 2.242.191.500)
Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Emas
1. Dolar AS Melemah: Investor beralih ke aset aman seperti emas.
2. Ketegangan Geopolitik Global: Konflik di beberapa wilayah dunia meningkatkan minat terhadap safe haven.
3. Inflasi yang Masih Tinggi: Membuat masyarakat kembali menjadikan emas sebagai pelindung daya beli.
4. Permintaan Fisik Naik: Menjelang akhir tahun, kebutuhan emas untuk mahar dan perhiasan meningkat di Asia, termasuk Indonesia.
Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi menanjak hingga akhir Oktober 2025 jika tren global tidak berubah.
Bagi investor pemula, membeli emas batangan ukuran 5 gram hingga 10 gram dianggap ideal karena mudah dijual kembali dan selisih harga (spread) tidak terlalu lebar.
Kisah ibu di Cilacap menjadi contoh nyata bahwa kesabaran dalam berinvestasi emas dapat menghasilkan keuntungan berlipat tanpa harus menghadapi risiko besar seperti pasar saham.
Editor : Agung Sedana