Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Baru Berdiri Mei Lalu, 52 Koperasi Merah Putih Banyuwangi Sudah Beroperasi Layani Warga!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 8 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Koperasi Merah Putih Kelurahan Tukangkayu bergerak cepat membuka gerai. Koperasi tersebut telah menjadi percontohan tingkat nasional.
Koperasi Merah Putih Kelurahan Tukangkayu bergerak cepat membuka gerai. Koperasi tersebut telah menjadi percontohan tingkat nasional.

RADARBANYUWANGI.ID - Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kabupaten Banyuwangi menunjukkan perkembangan positif.

Meski baru berdiri sejak Mei lalu, sudah ada 52 dari total 217 koperasi kini telah memiliki gerai aktif yang melayani kebutuhan masyarakat.

Perkembangan koperasi Merah Putih di Banyuwangi cukup menggembirakan. Sejak pertama kali dibentuk dan mulai beroperasi pada bulan Mei lalu, geliat koperasi di banyuwangi mulai perlahan terasa di tingkat desa maupun kelurahan.

Dari total 217 koperasi yang terbentuk di seluruh desa dan kelurahan, telah ada 52 koperasi yang memiliki gerai aktif dan mulai beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, untuk perkembangan 217 KDMP/KKMP di Banyuwangi sudah cukup bagus. Semuanya adalah koperasi yang baru berdiri pada Mei 2025, dan hingga kini sudah ada 52 yang memiliki gerai minimal satu unit,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nanin Oktaviantie.

Nanin menjelaskan, 19 koperasi telah resmi bermitra dengan BUMN maupun mitra swasta, sementara 103 koperasi lainnya tengah dalam proses pengajuan kemitraan dan melengkapi dokumen administrasi.

“Sebanyak 19 KDMP tersebut saat ini bergerak melayani kebutuhan dasar masyarakat, seperti penyediaan sembako, gas elpiji, dan pupuk. Ke depan, kami dorong agar semakin banyak jenis usaha yang bisa dijalankan koperasi Merah Putih, sesuai dengan kebutuhan warga,” tambahnya.

Meski menunjukkan perkembangan positif, Nanin tak menampik bahwa koperasi-koperasi baru ini masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

”Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain kemampuan sumber daya manusia (SDM) pengurus, keterbatasan sarana dan prasarana, serta persoalan permodalan,” ungkapnya.

Diskop-UMP Banyuwangi terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada seluruh Koperasi Merah Putih agar bisa tumbuh berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga mendorong sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN dan lembaga keuangan, untuk memperkuat permodalan dan memperluas jejaring usaha koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Target kami, seluruh KDMP/KKMP di Banyuwangi dapat beroperasi penuh dan mandiri, sehingga benar-benar menjadi wadah ekonomi yang menyejahterakan warga di lingkungannya masing-masing,” pungkas Nanin. (Dalila Adinda/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Diskop UMP Banyuwangi #KKMP #KDMP #Koperasi Merah Putih #ekonomi desa #banyuwangi