RADARBANYUWANGI.ID - Sudah sebulan lebih sepanjang Jalan Ahmad Yani Banyuwangi disulap menjadi arena Community and Food Day (CFD).
Setiap Minggu pagi, ribuan orang berdatangan menikmati ramainya CFD. Ada yang sekadar jogging, senam, hingga menikmati aneka kuliner jalanan.
Jalan raya Ahmad Yani Banyuwangi berubah menjadi lautan manusia, Minggu pagi (5/10). Warga datang dari berbagai daerah. Mereka bisa berolahraga ringan sembari menikmati suasana pagi kota Banyuwangi.
Sisi timur, sepanjang jalan A. Yani dipenuhi stan-stan UMKM. Mulai dari depan Rumah Makan Bik Ati sampai depan SMPN 1 Banyuwangi. Stan-stan UMKM menawarkan aneka makanan dan minuman.
Mulai kue basah, sate, nasi pecel, sayur lodeh, lontong sayur, ceker pedas, dan aneka minuman segar yang menyehatkan.
Di sisi selatan, sejumlah instansi dan lembaga perbankan juga membuka stan. Ada yang berolahraga seperti senam, jalan kaki, bersepeda, dan ada Yang memakai scooter.
Tidak hanya berolahraga, warga bisa membaca buku yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi (DIPUSIP).
Disediakan juga stan cek kesehatan, edukasi hewan reptil, jualan baju-baju cantic. Ada juga pertunjukan live music agar bisa nikmati oleh warga.
Sisi selatan dekat gedung Korpri memang diperuntukkan untuk wahana mainan, edukasi reptil, dan perpustakaan keliling.
Bahkan, pagi-pagi sekali, sudah berlangsung senam massal yang dipimpin instruktur senam.
”Ramai sekali kalau Minggu pagi di Jalan Ahmad Yani. Saya baru tahu sekarang kalau dijadikan tempat CFD,’’ ujar Maryono, warga Genteng yang pagi itu menikmati nasi pecel di trotoar depan kantor Dinas Penanaman Modal Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST) Kabupaten Banyuwangi.
Acara CFD dibuka mulai pukul 05.00 sampai pukul 10.00. Jalan ditutup dari kantor DPRD Banyuwangi sampai SMPN 1 Banyuwangi.
Sebagian pengunjung juga lewat dari Jalan Borobudur. Stan kuliner paling ramai jadi jujugan pengunjung.
Salah satunya stan milik Eni yang menjual nasi tempong. Harganya cukup murah. Satu porsi nasi tempong Rp 10 ribu hingga Rp 14.00, tergantung lauk-pauknya.
”Dari jualan nasi tempong, saya bisa mendapatkan uang Rp 600 sampai Rp 800 ribu. Alhamdulillah, ramai terus,’’ ujar wanita berusia 53 tahun itu.
Pedagang lainnya, Eri, 29, juga mendapatkan berkah dari CFD. Dagangannya berupa air mineral dan buah-buahan yang siap saji, ludes dibeli pengunjung.
Sejak buka sampai tutup pukul 10.00, Eri bisa membawa pulang uang Rp 300 ribu. ”Lumayanlah, tak sampai sehari bisa dapat uang segitu,’’ kata Eri penuh bangga.
Salah seorang pengunjung, Kiki, 23, mengaku senang bisa datang ke CFD. Dia mengaku puas bisa menikmati suasana pagi di CFD.
”Dengan adanya CFD, saya makin rajin olahraga bersama teman-teman,’’ ujar Kiki.
Pemkab Banyuwangi memang memberikan ruang bagi pelaku UMKM di arena CFD. Selain untuk ajang olahraga, CFD di Jalan A. Yani memang dikonsep untuk mempromosikan produk UMKM.
Hal ini diakui oleh Mimin, 50, yang membuka stan lontong sayur dan nasi pecel. Usai subuh, Mimin dibantu keponakannya, Fina, sudah harus melakukan persiapan di Jalan A. Yani untuk berjualan.
”Makanan yang saya jual sangat murah. Ada ceker ayam balado, sayur lodeh, ayam goreng, pecel, hingga air mineral,’’ ungkap Mimin.
Mimin mengaku berjualan di CFD bukan hanya berbisnis, tapi bersosialisasi dengan kawan-kawan untuk mengisi waktu luang akhir pekan.
"Jualan sekaligus nambah teman. Kalau di CFD bisa ketemu banyak teman daripada di rumah sendirian. Kedua anak saya sudah besar, sekarang kerja di luar daerah,’’ ujarnya polos. (Ridwan Efendi dan Idrus Zamzami/aif)
Editor : Ali Sodiqin