RADARBANYUWANGI.ID - Kabar gembira bagi masyarakat penerima bantuan sosial (bansos).
Memasuki pekan kedua Oktober 2025, pemerintah resmi menginstruksikan percepatan penyaluran berbagai program bantuan, baik tunai maupun non-tunai, yang mulai cair serentak pada Senin, 6 Oktober 2025.
Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah dalam mempercepat distribusi bantuan bagi kelompok rentan, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga warga miskin ekstrem di berbagai daerah.
Sejumlah bank milik negara di bawah Himbara — seperti BRI, BNI, dan Mandiri — juga telah melaporkan mulai masuknya saldo bantuan ke rekening penerima sejak awal bulan.
1. Bantuan Tunai Rp500 Ribu untuk KPM Jawa Timur Lewat PKH Plus
Fokus utama penyaluran bansos pekan ini diarahkan ke Provinsi Jawa Timur.
Melalui program PKH Plus, pemerintah menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp500.000 bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah tersebut.
Program ini secara khusus menyasar lansia berusia di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas tunggal yang telah terdaftar dalam sistem kesejahteraan daerah.
Setiap penerima PKH Plus berhak atas total bantuan hingga Rp2.000.000 per tahun, yang bisa dicairkan melalui ATM Bank Jatim atau lokasi komunitas, seperti kantor desa dan kelurahan.
“Penyaluran dilakukan bertahap agar tepat sasaran, dengan prioritas pada warga rentan yang belum mendapatkan bantuan lain,” ujar pejabat Kemensos di Jakarta, Minggu (5/10).
Baca Juga: ASN Bakal Gaji Tunggal! Pensiunan Bisa Terima 75 Persen Penghasilan Terakhir, Ini Penjelasan BKN
2. BLT Dana Desa Rp300 Ribu untuk Warga Miskin Ekstrem
Selain PKH Plus, bantuan tunai kedua yang disalurkan adalah BLT Dana Desa, dengan nilai Rp300.000 per keluarga.
Bantuan ini difokuskan bagi masyarakat miskin ekstrem yang belum menerima program reguler seperti PKH atau BPNT.
Penerima BLT Dana Desa dipilih berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di tingkat desa.
Kriterianya adalah masyarakat berpenghasilan di bawah Rp300.000 per bulan, serta belum memiliki sumber penghasilan tetap.
Penyaluran dilakukan bertahap sepanjang Oktober, melalui rekening bank desa atau penyaluran langsung tunai di balai desa.
Beberapa desa bahkan sudah mulai mencairkan bantuan sejak Sabtu (4/10) untuk mempercepat distribusi menjelang akhir tahun.
3. Program Permakanan untuk Lansia dan Disabilitas, Dua Kali Sehari
Tak hanya bantuan uang, pemerintah juga memperkuat program bansos non-tunai berupa Program Permakanan.
Bantuan ini berupa paket makanan siap saji dua kali sehari untuk lansia terlantar dan penyandang disabilitas berat.
Setiap penerima memperoleh paket makanan senilai Rp30.000 per hari, atau setara Rp900.000 per bulan.
Menu disusun oleh ahli gizi, terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur, buah, dan susu, agar memenuhi kebutuhan gizi harian.
Program ini dijalankan bekerja sama dengan kelompok masyarakat, karang taruna, dan dapur umum desa, sehingga selain menyehatkan penerima, juga memberdayakan warga lokal.
“Program permakanan bukan sekadar memberi makan, tapi memastikan lansia dan penyandang disabilitas hidup dengan martabat,” ujar Menteri Sosial Saifulah Yusuf (Gus Ipul).
Baca Juga: Viral! Gemini AI Bisa Bikin Foto Wanita Sekeren Hasil Fotografer Profesional, Begini Rahasianya
4. Saldo Bantuan Sudah Masuk di Rekening Himbara
Sejak awal Oktober, sejumlah penerima mulai melaporkan adanya saldo bantuan masuk di rekening bank Himbara.
Dana tersebut bukan hanya dari PKH atau BPNT, tetapi juga mencakup program pendukung, seperti bantuan untuk pemegang Kartu Tani dan subsidi usaha kecil.
Berdasarkan laporan resmi, nilai saldo yang masuk bervariasi antara Rp132.000 hingga Rp380.000, tergantung kategori penerima dan wilayah penyaluran.
Pemerintah memastikan bahwa akses pengecekan saldo telah dibuka sejak 4 Oktober 2025, sehingga masyarakat dapat memverifikasi bantuan lebih cepat.
Penerima dapat melakukan pengecekan melalui:
-
ATM BRI, BNI, dan Mandiri
-
Aplikasi mobile banking Himbara
-
E-warong dan pendamping sosial desa
Langkah ini diambil agar masyarakat tidak perlu menunggu pengumuman manual dari perangkat desa, sehingga proses lebih efisien dan transparan.
Baca Juga: Wow! Penerima PKH dan BPNT Dapat Dana Double Hingga Rp3,1 Juta, Cek KKS-mu Sekarang!
5. Pemerintah Tegaskan Penyaluran Harus Tepat Sasaran
Kemensos menegaskan bahwa penyaluran bansos kali ini dilakukan dengan prinsip “3T”: Tepat Waktu, Tepat Sasaran, dan Tepat Jumlah.”
Pemerintah juga menggandeng Disdukcapil untuk memperbarui data penerima secara real-time agar tidak ada penerima ganda atau data fiktif.
“Verifikasi terus dilakukan. Bila ditemukan penerima yang sudah tidak memenuhi syarat, bantuannya akan dialihkan ke warga lain yang lebih berhak,” tegas Gus Ipul.
Selain itu, pemerintah daerah diminta aktif memantau penyaluran agar tidak terjadi tumpang tindih antara bansos pusat dan daerah.
Baca Juga: Sisa Plafon KUR BRI 2025 Rp60 Triliun! Cek Syarat, Cara Daftar, dan Tabel Cicilan Mulai Rp20 Ribuan
6. Harapan Pemerintah: Bansos Jadi Penopang Daya Beli Akhir Tahun
Menjelang akhir 2025, bansos menjadi tumpuan penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga pangan dan kebutuhan hidup.
Dengan skema bantuan yang kini lebih terintegrasi, pemerintah berharap penyaluran tahap akhir tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan administratif.
“Bantuan ini bukan sekadar angka di rekening, tapi bentuk nyata kehadiran negara bagi rakyatnya,” tutur Gus Ipul.
Baca Juga: Pekerja Wajib Tahu! Isu BSU 2025 Bulan Oktober Dibantah, Ini Skema Bantuan Pengganti
Kesimpulan:
Mulai Senin, 6 Oktober 2025, enam jenis bansos mulai cair secara serentak.
Dari BLT Dana Desa Rp300.000, PKH Plus Rp500.000, hingga program permakanan bergizi Rp900.000 per bulan, seluruhnya dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan menjelang akhir tahun.
Masyarakat diimbau segera cek saldo rekening Himbara masing-masing, atau datang ke pendamping sosial desa, agar tidak ketinggalan jadwal pencairan. (*)
Editor : Ali Sodiqin